Mitra Go-Massage Diperkosa, Gojek Beri Bantuan Hukum dan Psikiater

Ilustrasi perkosaan.
Sumber :

VIVA – Gojek prihatin dengan kasus mitra Go-Massage yang menjadi korban pemerkosaan di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa 5 Maret 2019. Kasus asusila tersebut saat ini sedang ditangani oleh kepolisian. Menurut Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita mengatakan, perusahaan terus memberi dukungan dan bantuan yang diperlukan. 

"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di sana. Kasusnya kan sekarang sudah ada di pihak berwajib, saya mohon maaf tidak bisa komentar banyak," katanya usai 'Peluncuran Fitur Keamanan' di Kantor Gojek Indonesia, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019.

Guna berjalannya proses hingga tuntas, Gojek memberikan sejumlah data-data yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan. Startup unicorn ini turut mendampingi kebutuhan mitra Go-Massage tersebut, mulai dari menyediakan psikiater hingga bantuan hukum. 

Nila menegaskan kasus pemerkosaan tidak ada hubungannya dengan peluncuran fitur keamanan Gojek yang diluncurkan pada hari ini. 

"Persiapan fitur ini memakan waktu yang lama, jadi bukan karena ada kejadian di Bandung. Ini sudah lama menjadi prioritas kami. Apa yang terjadi di sana adalah sebuah kasus yang kami sesalkan, tidak lagi bisa kami toleransi," katanya. 

Global Head of Transport Gojek, Radityo Wibowo mengatakan, ketika memutuskan apa yang diperlukan mitra dan pengguna, Gojek sadar keamanan adalah sesuatu yang perlu diprioritaskan. Karena alasan itulah mereka membuat fitur keamanan baru. 

Layanan transportasi daring Gojek memiliki dua fitur keamanan baru yang mereka tanamkan dalam aplikasi versi 3.24. Fitur tersebut ialah bagikan perjalanan dan tombol darurat. Aplikator asal Indonesia ini menyatakan, pembaruan sudah bisa didapatkan hari ini. (ali)