Telur Reptil Purba Raksasa Ditemukan di Antartika

Benua Antartika.
Sumber :
  • www.pixabay.com/girlart39

VIVA – Sebuah telur reptil purba raksasa ditemukan di Benua Antartika, Kutub Selatan yang diletakkan oleh monster laut dengan panjang 23 kaki pada 66 juta tahun silam, menurut sebuah studi terbaru.

Dari situs Daily Mail, Jumat, 19 Juni 2020, ilmuwan dari Universitas Texas, Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa telur reptil purba berukuran 11 inchi itu diproduksi oleh makhluk seukuran dinosaurus. Namun cangkangnya terlihat berbeda dari telur dinosaurus pada umumnya.

Baca: Benua Antartika Menyimpan Rahasia

Telur bercangkang lunak itu milik kadal laut yang dikenal sebagai mosasaurus, kedua terbesar setelah telur burung gajah Madagaskar yang telah punah. Di sekitar telur itu didapati juga kerangka mosasaurus dan plesiosaurus.

"Telur mirip seperti milik kadal atau ular. Telur itu milik hewan yang setidaknya memiliki panjang tujuh meter. Seekor reptil raksasa," ujar ilmuwan Lucas Legendre.

Selain memiliki dimensi yang mencengangkan, penemuan ini juga menghapus stigma bahwa hewan laut raksasa di zaman dinosaurus tidak bertelur. Ilmuwan lainnya, Julia Clarke, sepakat jika penemuan ini akan mengubah cara pandang manusia ke makhluk dari masa tersebut.

Cangkang telur reptil purba yang tipis mengartikan bahwa telur berkembang di dalam induk dan menetas setelah dikeluarkan.

Telur reptil purba raksasa ini ditemukan peneliti yang melakukan galian di situs Lopez de Bertodano Formation of Seymour Island, Semenanjung Antartika.

Pada zaman prasejarah, wilayah itu tidak diselimuti es dan lebih hangat, di mana sebagian besar daratannya didominasi hutan.

Sebelumnya, para ilmuwan berhasil mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Antartika Barat dan sebagian besar Antartika timur pernah tertutup hutan hujan.

Benua di kutub selatan bumi yang kini tertutup es tersebut ternyata dahulu adalah rumah bagi tanaman dalam jumlah besar, selama periode 90 juta tahun silam.

Dilansir dari The Sun, hutan hujan di Antartika diperkirakan di pertengahan era Cretaceous, ketika permukaan laut sekitar 550 kaki lebih tinggi. Pada saat itu, suhu permukaan laut di daerah tropis mungkin sekitar 35 derajat Celcius.

Wilayah besar Benua Antartika pernah menjadi hutan hujan dataran rendah berawa-rawa sedang. Ia mengatakan jenis hutan ini kemungkinan telah menutupi sebagian besar wilayah pesisir dan sebagian besar Antartika Barat.