LIPI: Pandemi Timbulkan Probematika Kependudukan

Kawasan pemukiman warga miskin kota (Foto Ilustrasi).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melihat, tantangan terberat di tahun ini adalah upaya pengendalian penduduk akibat bertambahnya jumlah rumah tangga miskin. Hal itu merupakan imbas dari banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja kerja, saat pandemi melanda.

“Sejak awal 2020, kita menghadapi situasi dimana semua elemen bangsa itu terjungkir balik,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, dikutip dari laman resmi LIPI, Rabu 7 Juli 2021.

Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Yogaswara mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah rumah tangga miskin akan berdampak signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat, termasuk kasus stunting pada balita.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN, Hasto Wadoyo menuturkan bahwa kasus stunting saat ini masih ada sebanyak 27,7 persen, kemudian anemia kekurangan zat besi juga tinggi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, BKKBN dan Danone Indonesia menandatangani nota kesepahaman dan melakukan sinergi program strategis kedua pihak untuk mencegah stunting.

“Program Bersama Cegah Stunting hadir untuk membawa intervensi gizi spesifik dan sensitif. Beberapa di antaranya termasuk edukasi gizi dan pola hidup sehat bagi anak usia PAUD, SD, remaja, dan keluarga; edukasi kantin sehat; bantuan akses bersih; serta edukasi publik dan media massa,” tutur Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto.

Beberapa upaya upaya edukasi lainnya yang sudah mereka gelar, seperti Isi Piringku untuk Anak 4 – 6 tahun di PAUD, edukasi hidup sehat Generasi Sehat Indonesia bagi remaja, edukasi kantin sehat Warung Anak Sehat, bantuan air bersih Water Access Sanitation and Hygiene, hingga edukasi keluarga Generasi Bebas Stunting melalui Nutrisi Edukasi Keluarga Menuju Sehat.