Ada Spesies Berbahaya dalam Eksplorasi Ruang Angkasa

Satelit ruang angkasa yang masuk ke atmosfer Bumi.
Sumber :
  • space.com

VIVA – Tren eksplorasi ruang angkasa ternyata meningkatkan kemungkinan organisme asing menyerang Bumi. Tidak cukup sampai di situ. Organisme berbasis Bumi juga berpotensi menyerang planet lain, menurut pendapat para ilmuwan dalam sebuah makalah baru.

Para peneliti menunjuk catatan tentang perpindahan spesies berbahaya ke lingkungan baru di Bumi, di mana organisme tersebut dapat menjadi invasif dan membahayakan spesies asli – kehidupan manusia.

Perilaku seperti ini juga bisa terjadi dengan kehidupan alien dari planet lain yang mencemari Bumi dan sebaliknya, menurut makalah yang diterbitkan pada 17 November 2021 di Jurnal BioScience.

"Pencarian kehidupan di luar Bumi adalah upaya menarik yang dapat menghasilkan penemuan besar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, dalam menghadapi misi luar angkasa yang meningkat jadi sangat penting untuk mengurangi risiko kontaminasi biologis," kata penulis utama Anthony Ricciardi.

Ia dan rekan-rekannya menggunakan makalah tersebut untuk studi yang lebih kolaboratif antara ahli astrobiologi yang mencari kehidupan di luar Bumi dan ahli biologi yang mempelajari spesies asing dan berbahaya di Bumi, menurut situs Live Science, Jumat, 26 November 2021.

"Kami hanya bisa berspekulasi tentang jenis organisme apa yang mungkin ditemui jika ahli astrobiologi menemukan kehidupan. Bentuk kehidupan yang paling masuk akal adalah mikroba dan mungkin menyerupai bakteri," jelasnya.

Ricciardi bersama para ilmuwan menganggap risiko kontaminasi antarplanet sangat rendah karena kondisi luar angkasa yang keras mempersulit organisme menumpang tinggal di luar pesawat ruang angkasa. Namun, kita masih harus berhati-hati terhadap kontaminasi antarplanet.

Untuk membuktikan adanya kontaminasi antarplanet, para ilmuwan mengutip pesawat ruang angkasa Beresheet milik Israel yang menabrak Bulan pada 2019 saat membawa ribuan tardigrades – hewan mikroskopis yang dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, termasuk ruang hampa udara.

Badan antariksa seperti NASA sebenarnya sudah lama menyadari potensi risiko kontaminasi biologis. Risiko ini dikhawatirkan terjadi saat era baru eksplorasi ruang angkasa yang menargetkan area yang paling mungkin mengandung kehidupan di luar Bumi.