Menteri Anies Ingin Bangun Ekosistem Pendidikan dengan IT

Anies Baswedan Kunjungi SDN 01 Lebak Bulus
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin
VIVA.co.id
- Selama ini teknologi dalam dunia pendidikan selalu dianggap yang terpenting. Padahal tidak demikian menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan.


Menurut Anies, di antara pendidikan dan teknologi, yang paling utama itu adalah pendidikan. Teknologi harus digunakan untuk mencari solusi pendidikan. Bukan justru pendidikan yang harus menyesuaikan diri dengan teknologi.


“Jadi saya ingin kita menyelesaikan masalah pendidikan dengan teknologi, bukan menerapkan teknologi di pendidikan. Jika itu terjadi, nanti kita fokus di teknologinya bukan di pendidikan,” ujar Anies usai menjadi pembicara di acara ID Byte 2015, Jumat, 2 Oktober 2015 di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.

Kemudian, menurut Anies, yang mesti diubah seiring berkembangnya teknologi adalah para pelaku pendidikan. Karakter mereka yang harus dikuatkan agar siswa memiliki kesempatan untuk mengakses bahan ajar sendiri

"Itu akan memperkuat posisi belajar anak-anak," kata mantan rektor universitas swasta di Jakarta itu.


Kendati siswa semakin mandiri dengan bantuan teknologi, Anies mengatakan, peran guru pun harus diubah. Guru yang awalnya hanya menjadi instruktur harus berubah peran menjadi fasilitator.


"Jadi, penguatan aktor guru dengan cara peningkatan kualitas. Tidak hanya guru tapi juga kepala sekolah, siswa dan orang tua," tambah Anies.


Hal lain, yang menjadi rencana Anies adalah membangun komunitas antara siswa, guru, kepala sekolah dan orang tua dengan bantuan teknologi. Anies menamakan hal ini dengan ekosistem pendidikan.


"Nah, hadirnya teknologi itu mempermudah interaksi. kalau selama ini kan, interaksinya minim. Nah ke depan kita ingin membangun komunitas. Sedang kita bangun," ujar Anies. (ren)