Pengguna Medsos Makin Liar, Butuh Siskamling ala Siber

Jejaring sosial Facebook.
Sumber :
  • REUTERS/Dado Ruvic

VIVA.co.id – Pengguna media sosial semakin banyak dan tak terbendung, bahkan cenderung menggunakan platform untuk aksi liar. Yang terbaru, ada pengguna yang menyiarkan aksi bunuh diri di Facebook. Ada juga yang tertangkap mengelola halaman Facebook untuk aksi paedofil.

Terkait dengan hal itu, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan memandang penting edukasi pengguna media sosial agar selektif mengelola konten dan menyampaikan ekspresinya.

"Dunia internet ini seperti lingkungan kita sendiri. Kita harus merawat lingkungan kita itu," kata dia ditemui di Big Data Week di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis, 23 Maret 2017.

Semuel mengatakan, dalam merawat dan edukasi konten di internet, pengguna bisa meniru sistem dan kultur yang sudah dijalankan di lingkungan tempat tinggal.  Misalnya seperti sistem keamanan lingkungan atau Siskamling, untuk melaporkan kondisi yang tidak beres atau negatif.

"Seperti Siskamling maka pengguna bisa laporkan konten ke penyedia platform. Bisa dengan flagging jika ada konten pornografi, kekerasan dan lainnya," ujar mantan Ketua Mastel tersebut.

Dalam hal pelaporan konten negatif, Semuel mengajak pengguna internet untuk sadar dan aktif melaporkannya ke saluran yang telah tersedia, bisa ke Kominfo, kepolisian dan lainnya. Hal ini menurutya perlu kerja sama semua pihak.

"Teknologi itu kan netral sifatnya. Bisa dipakai apa saja oleh penggunanya. Perlu kerja sama semua masyarakat," kata dia. (hd)