Tips Menggaet Jutaan Subscriber di YouTube ala Bayu Skak

Bayu Eko Moektito, atau dikenal sebagai Bayu Skak.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Avra Augesty

VIVA.co.id – Bukanlah hal mudah untuk menggaet jutaan orang agar mau mengklik tombol 'berlangganan' di akun YouTube kita. Secara pribadi, kita harus paham betul mengenai karakter khas kita dan tidak malu untuk mengeksplornya ke muka umum.

Kejadian tersebut pernah dialami oleh YouTuber asal Malang, Jawa Timur, bernama Bayu Eko Moekito, atau dikenal dengan Bayu Skak. Melalui akun YouTube pribadinya, ia pernah merasakan jatuh bangun dalam mendapatkan 'pelanggan' konten.

Bayu Skak kerap mengunggah video komedi berbahasa Jawa dan merupakan kreator pertama di luar Jakarta yang mendapatkan lebih dari satu juta pelanggan video (subscriber).

Hingga kini akun Bayu Skak telah memiliki 1,232,562 subscriber. Ia pun tak segan untuk memberikan tips mengenai cara menjaring bayak subscriber dan viewer.

"Pertama, kita harus konsisten. Misalkan, kita sudah niat mau jadi YouTuber, maka kita harus tahu segala risikonya. Jangan hanya senangnya saja tapi susahnya juga harus diterima," kata dia kepada VIVA.co.id, Senin, 18 September 2017.

Kedua, Bayu menegaskan harus memiliki jati diri. "Dari awal gue bangun konten, jati diri gue adalah mengunggah segala bentuk video dalam bahasa Jawa, karena gue aman di situ, itu pasar gue. Semua YouTuber kan punya pasarnya masing-masing. Nggak usah khawatir nggak ditonton orang," tegasnya.

Ia lalu berkisah kalau sempat 'goyah iman' karena mulai banyak viewer-nya yang berasal dari Jakarta. Mereka pun meminta dirinya untuk membuat video yang tidak menggunakan bahasa Jawa, lantaran mereka banyak yang tak paham maksud perkataan Bayu.

"Tiga atau lima video, gue pernah pakai bahasa Indonesia, viewer gue malah turun. Gue sempat diomelin sama viewer gue yang dari Jawa karena ganti jati diri. Subscriber gue juga sempat berkurang karena banyak yang unsubscribe. Akhirnya, ya, gue balik lagi pakai bahasa Jawa dan subscriber gue naik lagi," kata dia.

Alhasil, videonya sebagian besar berbahasa Jawa dengan aksen medoknya dan beberapa video berbahasa Indonesia dan Inggris. Bergabunglah beberapa nama baru dalam SKAK yakni Alvan Ho dan Ali, sehingga kini Bayu dibantu oleh Alvan, Rengga, Ali, Deka dan Hisyam.

Usaha Bayu dan kawan-kawannya membuahkan hasil. Pada 2014, ia menerima penghargaan Silver Play Button dari YouTube karena memiliki lebih dari 100 ribu subscriber.

Sedangkan tahun ini, Bayu Skak meraih penghargaan Gold Play Button dari YouTube karena memiliki lebih dari satu juta subscriber di kanalnya. Hingga kini, tim kanal Bayu Skak mempunyai lima orang anggota yang terdiri dari tiga orang kameraman dan dua orang editor.

"Empat tahun gue baru bisa tembus 100 ribu. Dari situ terus nambah sampai angka 700 ribu-an dan jarak gue dapet silver ke gold cuma sebentar, dari 700 ribu-an ke satu 1 juta, kurang dari tiga tahun. Itu karena video gue berjudul 'Goodbye YouTube'," ungkap Bayu.