Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Tangkal Hoax, Startup Lokal Dipagari Blockchain dan Fingerprint Combat

Jumat, 26 Juni 2020 | 08:00 WIB
Foto :
  • Dok. Hyppe
Aplikasi Hyppe.

VIVA – Berdasarkan laporan terbaru We Are Social, disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun ini. Artinya, ada kenaikan sekitar 17 persen atau 25 juta pengguna internet jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka tersebut 64 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia sebesar 272,1 juta jiwa.

Sektor teknologi adalah salah satu bisnis paling menguntungkan dan memiliki peluang jangka panjang terbaik di era digital. Apalagi, wabah Corona yang mengguncang dunia tidak membuat sektor bisnis mengalami perubahan signifikan dalam penurunan laba atau produktifitas usahanya seperti yang dialami oleh sektor bisnis lainnya.

Baca Juga

Bahkan sebaliknya, selain mampu bertahan, sektor ini justru mengalami peningkatan yang jauh lebih besar pascapandemi, tak terkecuali perusahaan-perusahaan teknologi lokal. Sesuai prediksi lembaga riset, ke depannya, sektor yang menggunakan media daring atau online sebagai motor usahanya akan tetap memimpin bisnis global.

Hal ini terbukti dalam beberapa tahun belakangan bursa Indonesia tidak hanya kedatangan banyak emiten teknologi, juga menarik banyak investor baik lokal maupun asing, seiring bertumbuhnya pengguna teknologi dan internet Tanah Air yang kian masif.

PT Hyppe Teknologi Indonesia misalnya, melihat peluang di tengah tingginya adopsi media sosial oleh warganet di Indonesia. Menurut riset Hootsuit, jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 160 juta atau 59 persen dari total jumlah penduduk.

Dengan jumlah pengguna yang sangat masif, waktu rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia juga sangat tinggi. Yakni, mencapai 3 jam 26 menit per hari atau di atas rata-rata global yang 2 jam 24 menit per hari.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler