Metamorfosis Tidak Sempurna Lengkap dengan Pengertian hingga Contoh

Belalang peloncat kehilangan gairah melompat.
Sumber :
  • vstory

VIVAMetamorfosis tidak sempurna merupakan salah satu proses metamorfosis yang terjadi pada hewan yang hidup di bumi ini. Perkembangbiakan tentunya akan terus terjadi pada hewan untuk keberlangsungan hidup.

Hewan akan berkembang biak dengan proses mulai dari menjadi embrio, proses kelahiran, proses menuju dewasa, berkembang biak hingga mengalami kematian.

Hal itu merupakan suatu dasar dalam ilmu pengetahuan yang perlu diketahui. Hewan dapat berkembang biak karena adanya proses perkawinan yang terjadi antara hewan jantan dan betina.

Proses tersebut dinamakan sebagai proses fertilisasi yakni peleburan inti sel sperma dan inti sel telur. Fertilisasi tersebut dapat melalui dua cara yakni fertilisasi internal dan eksternal.

Tentunya perkembangbiakan yang dialami pada hewan tidak dapat dilepaskan dari proses metamorfosis. Setelah ini akan kita bahas apa itu metamorfosis lengkap dengan pengertian metamorfosis, jenis-jenis metamorfosis dan contoh hewannya. 

Pengertian Metamorfosis

Sebelum kita membahas lebih spesifik tentang apa itu metamorfosis tidak sempurna, kita harus mengetahui dulu apa itu pengertian dari metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk atau susunan yang terjadi pada hewan saat menjalani proses perkembangbiakan. 

Pada proses metamorfosis, ada hewan yang mengalami perubahan yang sangat jauh berbeda pada wujud bentuk tubuhnya namun ada juga yang tidak mengalami perubahan dari wujud sebelumnya dan hanya ukurannya saja yang berubah

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan apa itu pengertian dari metamorfosis? Selanjutnya akan kita bahas jenis-jenis metamorfosis dan tahapan-tahapan yang ada pada metamorfosis. Selain itu juga akan dibahas contoh-contoh hewannya di bawah ini. 

Jenis-Jenis Metamorfosis

Setelah mengetahui pengertian dari metamorfosis, saatnya kita beralih ke pembahasan jenis-jenis metamorfosis yang terjadi pada hewan. Terdapat dua jenis pada metamorfosis yakni metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Namun pembahasan akan kita fokuskan kali ini adalah jenis metamorfosis yang tidak sempurna. Karena pembahasan mengenai metamorfosis sempurna sudah pernah dijelaskan sebelumnya di laman Viva. 

Contoh hewan yang bermetamorfosis sempurna seperti kupu-kupu, katak dan nyamuk dan sejenisnya. Sementara contoh hewan metamorfosis yang tidak sempurna seperti belalang, kecoak, kucing dan sejenisnya. 

Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna merupakan proses perkembangan pada hewan muda saat menuju menjadi hewan dewasa dengan perubahan bentuk tubuh, penampilan dan juga perilaku yang dialami oleh hewan tersebut.  Namun perubahan yang dialami tersebut hampir sama dari sebelumnya dan tak jauh berbeda. 

Metamorfosis jenis ini jelas berbeda dengan metamorfosis sempurna yang dimana pada metamorfosis sempurna mengalami tahapan yang berbeda-beda mulai dari menjadi telur, larva, pupa dan imago. Sementara metamorfosis yang tidak sempurna disebut dengan istilah hemimetabola. 

Berikut ini akan dijelaskan fase-fase yang terjadi pada proses metamorfosis tidak sempurna. 

1. Fase telur

Fase telur juga merupakan fase yang juga dialami dengan hewan yang bermetamorfosis dengan tidak sempurna. Telur tersebut dihasilkan dari hewan jantan dan betina yang melakukan perkawinan. Telur-telur tersebut akan diletakkan di habitat aslinya oleh induk telur. Kemudian telur-telur tersebut akan diletakkan di habitat aslinya. Induk hewan juga akan memastikan bahwa mereka meletakkan telurnya di tempat yang aman dan terhindar dari serangan predator. Jika memang belum aman maka induk hewan akan memindahkan telur ke tempat yang aman. 

Waktu yang diperlukan sangat beragam pada fase telur ini karena bergantung pada jenis hewannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh hewan tersebut untuk menjadi wujud nimfa. 

2. Fase nimfa

Fase selanjutnya dari metamorfosis tidak sempurna adalah fase nimfa. Pada fase kedua ini memang berbeda dengan metamorfosis sempurna yakni menjadi larva. Jika pada fase larva hewan muda akan berubah wujud dan bentuk menjadi hewan dewasa. Namun dalam fase nimfa hewan muda yang menuju hewan dewasa tidak akan mengalami perubahan wujud atau bentuk. Jadi, wujudnya sama saja namun ukurannya yang menjadi lebih besar. 

Pada metamorfosis jenis ini, ukuran hewan jauh lebih kecil dan saat menjadi hewan dewasa ukurannya akan semakin membesar tapi wujudnya tidak berbeda. Perubahan yang terjadi pada metamorfosis jenis ini hanyalah bagian organ tubuh dan organ reproduksi hewannya saja. 

Dalam fase nimfa ini terjadi perubahan kulit atau ekdisis saat ukuran tubuh nimfa menuju dewasa. Memang tak jauh beda dengan metamorfosis sempurna tapi tidak mengalami ujud bentuk yang berbeda. 

3. Fase imago

Hewan yang sudah melewati fase nimfa berarti selanjutnya akan berada di fase erakhr atau nimfa. Perubahan dari fase nimfa ke fase imago hampir tidak ada yang berbeda hanya saja ukurannya memang menjadi lebih besar. 

Pada fase imago di metamorfosis yang tidak sempurna ini, hewan akan mengalami kematangan pada seluruh organ tubuh dan organ reproduksinya. Setelah organ reproduksi mengalami kematangan maka perkembangbiakan sudah bisa dilakukan oleh hewan yang menjadi imago ini. Sehingga perkembang biakan akan terus terulang. 

Contoh Hewan Metamorfosis Tidak Sempurna

Setelah mengetahui apa itu metamorfosis tidak sempurna dan jenis-jenisnya, maka sekarang akan kita bahas apa saja contoh hewannya. Tentunya hewan yang melakukan metamorfosis dengan tidak sempurna berbeda dengan hewan yang melakukan metamorfosis sempurna. Berikut ini contoh hewannya:

1. Belalang

Belalang yang sering ditemui di perkebunan atau persawahan ini menjadi salah satu hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna. Mungkin kamu sering melihat belalang mulai dari yang ukurannya kecil hingga yang besar. Bahkan ada yang menjadikan belalang sebagai santapan untuk dimakan. 

Belalang masuk ke dalam golongan hewan yang metamorfosisnya tidak sempurna karena proses dari nimfa menjadi belalang tidak memiliki perubahan wujud yang berarti atau tidak signifikan. Perubahan wujud yang terjadi hanyalah pada ukuran tubuh belalang saja yakni belalang muda berukuran kecil dan belalang dewasa berukuran lebih besar. 

Belalang bermula dari fase telur yang dihasilkan dari induk betina. Setelah itu akan berubah menjadi nimfa atau belalang muda saat telur menetas dan kemudian menjadi belalang dewasa. Lagi-lagi ditekankan bahwa belalang metamorfosisnya tidak sempurna sehingga perubahannya tidak signifikan selain tubuhnya yang semakin besar. 

2. Kecoak

Kecoak termasuk juga ke dalam jenis hewan yang metamorfosisnya tidak sempurna karena hanya melewati tiga tahapan dalam proses perkembangbiakannya yakni telur, nimfa atau kecoak muda dan imago atau kecoak dewasa. Biasanya kecoak dapat ditemukan di tempat yang lembab seperti kamar mandi atau gorong-gorong. Ia juga bisa terbang meskipun ukuran tubuhnya kecil. 

Sama seperti belalang, saat berkembang biak hanya ukuran tubuh kecoa sajalah yang berubah sedangkan wujudnya sama sekali tidak berubah. Saat menjadi kecoak muda ukurannya kecil dan saat menjadi kecoak dewasa ukurannya lebih besar. 

Itulah penjelasan lengkap mengenai metamorfosis tidak sempurna yang dialami pada hewan. Perlu diingat oleh pembaca bahwa hewan yang mengalami metamorfosisnya tidak sempurna hanya mengalami tahapan sebanyak 3 fase yakni mulai dari telur, nimfa hingga imago. Hewan bermetamorfosis tidak sempurna juga tak mengalami perubahan wujud pada tubuhnya yang signifikan melainkan hanya ukuran tubuhnya saja yang berubah menjadi lebih besar.