Pengertian Isra Miraj, Hikmah dan Amalan yang Dilakukan

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal.
Sumber :
  • Herdi Muhardi/VIVAcoid

VIVA – Pengertian Isra Miraj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa berbeda namun terjadi dalam waktu bersamaan sehingga disebut sebagai Isra Miraj. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah menuju Yerusalem. Dalam bahasa Arab, Isra berasal dari kata sara yang berarti “perjalanan di malam hari”.

Sementara Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh. Kata Miraj dalam bahasa Arab artinya “tangga, untuk mengangkat, dan atau naik”.

Isra Miraj adalah perjalanan satu malam Nabi Muhammad SAW yang ditemani oleh Malaikat Jibril dari Masjidil Haram, Mekkah menuju ke Masjidil Aqsa, Yerusalem lalu naik ke Sidratul Muntaha atau langit ketujuh untuk mendapatkan perintah sholat lima waktu oleh Allah SWT. Peringatan Isra Miraj 27 Rajab.

Sidratul Muntaha menjadi tujuan akhir perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW untuk menerima perintah sholat lima waktu dari Allah SWT. Secara bahasa, Sidratul Muntaha memiliki arti “pohon bidara” yang merupakan akhir dari langit atau surga ketujuh.

Nabi Muhammad SAW pernah menjelaskan mengenai Sidratul Muntaha berdasarkan hadist dari Asma binti Abu Bakar ra, "Orang yang naik kuda baru bisa melintasi bayang-bayangnya selama seratus tahun atau seratus penunggang kuda, bisa dinaungi bayang-bayangnya, di sana ada laron dari emas, buahnya seperti kendi besar." (HR. Turmudzi 2541 dan beliau menilai: Hasan Shahih).

Peristiwa Isra Miraj ini telah difirmankan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut.

“Sub-nalla asr bi'abdih lailam minal-masjidil-armi ilal-masjidil-aqalla brakn aulah linuriyah min ytin, innah huwas-sam'ul-bar.”

Artinya: “Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1)

Peringatan Isra Miraj di Indonesia

Berbagai daerah di Indonesia punya tradisi sendiri untuk memperingati peristiwa Isra Miraj. Diantaranya sebagai berikut yang telah dirangkum:

1. Ngurisan

Tradisi Ngurisan biasa diperingati ketika Isra Miraj oleh masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ngurisan adalah tradisi memotong rambut bayi yang berusia di bawah 6 bulan, untuk pemotongan rabut dilakukan oleh tokoh agama atau tokoh masyarakat.

Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan agar bayi-bayi tersebut diberi keberkahan dalam hidupnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan di masjid setempat, dan selama kegiatan ini berlangsung para jemaah akan melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Rajaban

Tradisi Rajaban biasa diperingati ketika Isra Miraj oleh masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Rajaban berasal dari kata Rajab, yakni menunjukan bulan Rajab yang diperingati untuk peristiwa Isra Miraj.

Masyarat Cirebon melakukan Rajaban dengan berziarah ke makam dua orang penyebar agama islam, yakni pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan di Plangon. Tradisi Rajaban juga terdapat proses pembagaian nasi bogana, yaitu nasi yang dilengkapi lauk pauk seperti kentang, telur ayam, tempe, tahu, perutan kentang hingga bumbu kuning.

3. Ambengan

Tradisi Ambengan biasa diperingati ketika Isra Miraj oleh masyarakat di beberapa daerah, terutama Jawa tengah dan Jawa Timur. Ambengan berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu ambeng,yang berarti wadah dengan ukuran besar.

Di dalam ambeng biasanya diisi denan nasi dan lauk pauk, kemudian biasanya masyarakat akan membawa ambeng tersebut ke masjid atau mushala usai salat magrib. Kemudian Kiai setempat memimpin doa, lalu dilanjutkan dengan makan bersama.

4. Khatam Ktab Arjo

Tradisi Khataman Kitab Arjo biasa diperingati ketika Isra Miraj oleh masyarakat di Desa Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah.

Kitab Arjo merupakan kitab yang ditulis oleh KH Ahmad Rifai al-Jawi. Kitab tersebut berbahasa Jawa denan tulisan Arab Pegon.

Kitab yang berisi kisah perjalan Nabi Muhammad saat Isra Miraj itu biasanya mulai dibaca pada pukul 20.00 WIB dengan didahului membaca tahlilan.

5. Yasa Peksi Burak

Tradisi Yasa Peksi Burak biasa diperingati ketika Isra Miraj dilingkungan Kerataon Yogyakarta. Yasa berarti membuat atau mengadakan, Peksi berarti burung, lalu Burak berarti Buraq atau kendaraan Nabi Muhammad SAW ketika Isra Miraj.

Yasa Peksi Burak dilaksanakan pada pagi hari oleh kerabat dan Abdi Dalem Puteri dengan dipimpin oleh Permaisuri atau putri sulung Sultan. Pada waktu ashar, ketika Peksi Burak sudah selesai dibuat, kemudian akan diarak menuju Masjid Gedhe, dengan didahului oleh doa bersama.

Adapun peringatan Isra Miraj sendiri digelar pada malam hari setelah shalat Isya. Acara peringatan diwarnai dengan pembacaan kitab yang mengisahkan peristiwa Isra Miraj oleh Kiai Pengulu. Setelah itu, buah-buahan dalam Peksi Burak akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir, sebagai tanda peringatan telah usai.

Hikmah Isra Miraj

Banyak sekali hikmah Isra Miraj yang dapat dipetik umat Islam. Berikut di antaranya:

1. Ikhlas

Ustaz Wahyul Afif Al-Ghafiqi bercerita bahwa sebelum peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW dilanda berbagai kesedihan. Beliau ditinggalkan istrinya, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Keduanya adalah orang-orang yang terus mendukung dakwahnya.

Setelah kehilangan keduanya, Rasulullah mendapatkan berbagai kesulitan dan tekanan dari orang-orang Quraisy. Beliau mengalami penghinaan hingga dilempari dengan tanah.

Setelah berbagai rangkaian kesedihan dan kesulitan itu, Allah SWT menghibur Nabi dengan peristiwa Isra Miraj. Setidaknya, dari peristiwa tersebut, umat muslim dapat mengambil hikmah bahwa setiap ada cobaan yang terus-menerus, akan selalu ada kemuliaan yang menanti.

2. Kesucian
Dari sekian kejadian saat Isra Miraj, Ada satu peristiwa saat Nabi Muhammad SAW diangkat menuju Baitul Maqdis. Di sana, Malaikat Jibril memberi pilihan, apakah akan meminum khamar atau susu. Nabi memilih susu.
Dapat disimpulkan bahwa Rasulullah SAW menyukai hal-hal suci. Susu menyehatkan sementara khamar mengandung alkohol seperti arak.

3. Tidak egois
Saat tiba di Sidratul Muntaha dan bertemu Allah SWT, Nabi Muhammad SAW mengucapkan awalan doa tahiyat, “Attahiyyatul mubarakatush shalawatuth thayyibatu lillah”.

Allah SWT membalas dengan menjawab, "Assalamualaikum ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh".

Rasulullah SAW kemudian membalas dengan mengucapkan doa bagi seluruh hamba yang saleh, "Assalamualaiku ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh".

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa Rasul membacakan doa untuk umatnya. Dapat disimpulkan bahwa hal itu tidak egois karena tetap memperhatikan umatnya.

4. Menegakkan salat
Perintah salat dalam Isra Miraj disampaikan langsung oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW tanpa perantara. Hal ini berbeda dengan syariat-syariat lainnya yang diperantarai malaikat. Dengan begitu, umat Islam mesti sungguh-sungguh menjalankan salat dan menegakkan nilai-nilainya.

Diriwayatkan bahwa dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW ditunjukkan 11 golongan. Salah satu di antaranya adalah orang-orang yang tidak melaksanakan salat.

Digambarkan bahwa mereka yang malas dan melewatkan salat kepalanya pecah. Setelah itu kepalanya utuh kembali. Hal itu terjadi berulang-ulang. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk menjalankan salat wajib hingga akhirnya tidak menunaikannya.

Amalan saat Isra Miraj

Berikut ada empat amalan saat Isra Miraj tiba, yang dilakukan dari berbagai sumber:

1. Mendirikan Salat Sunah

Saat malam Isra Miraj dianjurkan untuk mendirikan salat sunah sebanyak 12 rakaat dengan dua rakaat dan salam. Setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan surat pendek lainnya.

Kemudian dilanjutkan untuk membaca Tasbih, Tahmid, dan Tahlil sebanyak 100 kali. Salah satu zikir yang dianjurkan sebagai berikut : Laa haula walaa quwwata illa billah. Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah."

2. Perbanyak Istighfar dan Berdoa

Kitab Risalah Amaliyah menjelaskan bahwa:  "Barangsiapa membaca (istighfar) pada bulan Rajab, bulan Sya’ban dan bulan Ramadan dibaca setiap hari terutama pada waktu antara shalat Ashar dan Maghrib, maka Allah mewahyukan kepada dua malaikat agar merobek buku catatan dosa dan kesalahannya semasa hidupnya."

3. Berpuasa

Selain salat sunah dan memperbanyak berzikir, pada 27 Rajab juga dianjurkan untuk menunaikan puasa sunah. Keutamaan dari berpuasa pada hari tersebut seperti melaksanakan puasa sebulan penuh, hingga dijauhkan dari pintu neraka.

4. Bersedekah

Amalan lain yang bisa dilakukan pada peringatan Isra Miraj adalah dengan melakukan sedekah.Dengan bersedekah kita akan merasa bahagia, serta membantu orang lain dan dapat pula mendatangkan pahala bagi yang memberi sedekah