Contoh Puisi Baru dan Penjelasan Jenisnya

Ilustrasi puisi | Foto Istimewa
Sumber :
  • U-Report

VIVA Edukasi Contoh puisi baru saat ini sudah semakin banyak. Puisi baru adalah jenis puisi yang tidak terlalu terikat kepada ketentuan jumlah baris, suku kata maupun irama. Bentuk puisi baru lebih bebas bila dibandingkan dengan puisi lama. Puisi baru terbentuk di dalam masyarakat baru yang telah mengalami akulturasi budaya. Puisi baru masih mempertahankan penggunaan irama, bunyi dan isi di dalam penulisan puisi. Bentuk puisi lama yang disesuaikan dengan puisi baru ialah pantun yang menggunakan irama pada baris pertama dan penyampaian pikiran pada dua bari berikutnya.

Jenis Puisi Baru Berdasarkan Isinya

1. Balada

Balada merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang suatu kisah atau cerita. Balada terdiri dari 3 bait yang masing-masing dengan 8 larik. Balada bersajak a-b-a-b-b-c-c-b, lalu skemanya berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir yang berada pada bait pertama dipakai sebagai refren dalam bait-bait selanjutnya.

Contoh Balada

Fermentasi asa
Mengharap sempurna
Bentuk utuh nan konyol
Rasa, karsa tempe

Pembungkus yang berjasa
Penuh kisah bertulis duka lara
Dibuang tanpa dibaca

Pembungkus tempe
Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai
Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?
(Karya: W.S Rendra)

2. Elegi

Elegi merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang kesedihan atau tangis. Elegi ini berisikan sajak ataupun lagu yang mengekspresikan rasa duka cita atau keluh kesah karena sedih ataupun rindu. Kesedihannya terutama diakibatkan karena kematian atau kepergian seseorang yang dicintai.

3. Epigram

Epigram merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang ajaran atau tuntunan mengenai kehidupan. Epigram ini berasal dari bahasa Yunani yaitu "epigramma" yang artinya unsur pengajaran; nasihat yang membawa ke arah jalan kebenaran untuk dijadikan pedoman; ada teladan.

4. Himne

Himne adalah salah satu jenis puisi baru yang berisi pujaan atau pujian untuk Tuhan, tanah air ataupun pahlawan. Ciri dari himne ini ialah lagu pujian untuk menghormati Tuhan, seorang dewa, pahlawan, tanah air ataupun almamater. Saat ini, pengertian dari himne menjadi semakin berkembang yaitu diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, dan puisi nyanyian tersebut berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati atau yang berhubungan dengan ketuhanan.

5. Ode

Ode adalah salah satu jenis puisi baru yang berisi sanjungan kepada orang yang sangat berjasa. Ciri dari ode antara lain bernada anggun, nada dan gayanya resmi, membahas tentang sesuatu yang mulia, dan bersifat menyanjung.

6. Romansa

Romansa merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisikan luapan perasaan cinta dan kasih sayang. Romansa berasal dari Bahasa Perancis "romantique" yang memiliki arti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang; dan kasih mesra.

7. Satire

Satire adalah salah satu jenis puisi baru yang berisikan sindiran atau kritikan. Satire ini berasal dari Bahasa Latin "satura" yang memiliki arti sindiran: kecaman tajam terhadap suatu fenomena; dan tidak puasnya hati suatu golongan (pada pemimpin yang zalim).

Jenis Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

1. Distikon

Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari dua baris dan biasa disebut puisi dua seuntai.

2. Terzina

Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari tiga baris atau biasa disebut puisi tiga seuntai.

3. Kuatrain

Jenis puisi yang tiap bait terdiri atas empat baris dan biasa disebut puisi empat seuntai.

4. Kuint

Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari lima baris dan biasa disebut puisi lima seuntai.

5. Oktaf/Stanza

Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari delapan baris dan disebut double kuatrain atau puisi delapan seuntai.

6. Sektet

Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari enam baris atau biasa disebut puisi enam seuntai.

Contoh Sektet

Kelam dalam gelap
Tanpa sinar bulan yang gemerlap
Menunggu cinta yang tak pernah kunjung datang
Duduk sendiri dibawah sebuah kegelapan
Pernah aku berfikir
Dimana, dan kapankah kau datang di sini

7. Septime

Jenis puisi yang tiap bait terdiri dari tujuh baris atau bisa disebut puisi tujuh seuntai.

8. Soneta

Jenis puisi baru yang terdiri dari empat baris yang terbagi menjadi dua, yaitu dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris.

Soneta ini berasal dari Bahasa Italia yaitu "sonneto" yang memiliki arti puisi yang bersuara. Soneta di Indonesia masuk melalui Belanda dan pertama kali diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, yang karena hal itu mereka disebut sebagai Pelopor atau Bapak Soneta indonesia. Bentuk soneta di Indonesia lebih memiliki kebebasan dalam segi isi ataupun rimanya, tidak lagi mengikuti syarat-syarat soneta dari Italia ataupun Inggris. Namun yang menjadi pedoman adalah jumlah barisnya, yakni empat belas baris.

Contoh Soneta

GEMBALA
Perasaan siapa ta’kan nyala (a)
Melihat anak berelagu dendang (b)
Seorang s aja di tengah padang (b)
Tiada berbaju buka kepala (a)

Beginilah nasib anak gembala (a)
Berteduh di bawah kayu nan rindang (b)
Semenjak pagi meninggalkan kandang (b)
Pulang ke rumah di senja kala (a)

Jauh sedikit sesayup sampai (a)
Terdengar olehku bunyi serunai (a)
Melagukan alam non molek permai (a)

Wahai gembala di segara hijau (a)
mendengarkan puputmu menurutkan kerbau (a)
Maulah aku menurutkan dikau (a)