Mengenal Upacara Siraman yang Dilakukan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

Prosesi siraman Kaesang Pangarep jelang pernikahan
Sumber :
  • Laily Rachev

VIVA Edukasi – Kaesang Pangarep dan Erina Gudono bakal menggunakan adat Jawa saat melakukan prosesi pernikahan. Dalam upacara pernikahan ada Jawa, ada rangkaian prosesi yang harus dilewati, seperti Upacara Tarub, Upacara Siraman, Upacara Ngerik, Upacara Midodareni, Upacara Ijab, Upacara Panggih.

Berbagai rangkaian upacara tersebut dilakukan karena mempunyai makna sendiri-sendiri. Adanya berbagai macam rangkaian upacara dalam pernikahan tersebut, merupakan wujud kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini.

Artikel ini kami buat khusus untuk membahas mengenai Upacara Siraman yang baru saja dilakukan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan calon istrinya, Erina Gudono, Jumat 9 Desember 2022.

Prosesi siraman Erina Gudono

Photo :
  • Tayangan YouTube

Mengutip laman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Upacara Siraman merupakan salah satu prosesi dari rangkaian upacara pernikahan adat Jawa.

Dalam upacara ini, banyak terdapat lambang atau simbol yang dapat dijadikan sebagai pelajaran atau pedoman bagi calon pengantin, untuk menjalani kehidupan berumah tangga.  Lambang atau simbol tersebut intinya mengenai petuah atau nasihat yang bermanfaat untuk bekal hidup calon pengantin.

Kata siraman berasal dari kata siram atau mandi yang berarti menyirami atau memandikan calon pengantin yang diikuti dengan niatan untuk membersihkan badan supaya bersih lahir batin. Upacara Siraman bisa diselenggarakan siang atau sore hari.

Apabila dilaksanakan pada siang hari, biasanya dilaksanakan antara jam 10.00-11.00 dan sore hari antara jam 15.00-16.00 yang kemudian diteruskan dengan Upacara Midodareni.

Dalam Upacara Siraman, umumnya dilaksanakan oleh para pinisepuh, khususnya yang sudah mempunyai cucu, atau paling tidak sudah berkeluarga dan mempunyai anak, dan mempunyai budi pekerti yang baik, sebab mereka ini akan dimintai berkahnya.

Dalam Upacara Siraman, jumlah orang yang akan menyirami tidak dibatasi jumlahnya. Semakin banyak semakin baik, yang penting jumlahnya ganjil. Akan tetapi, supaya calon pengantin tidak kedinginan karena banyaknya yang nyirami, maka biasanya dibatasi hanya 7 orang.

Prosesi memecah kendi merupakan prosesi terakhir dalam Upacara Siraman. Dengan selesainya prosesi siraman, sebagai lambang bahwa calon pengantin sudah bersih lahir batin. Wajahnya menjadi bersinar sebagai lambang kesempurnaan.

Perlu disiapkan sebelum Upacara Siraman.

  • Air, dimana air diambil dari sumur yang bersih. Harapannya setelah dipakai untuk memandikan calon pengantin, dapat sebagai kekuatan kesucian lahir batin. Hal ini untuk menjemput turunnya para bidadari yang akan memberi berkah kepada calon pengantin.
  • Kembang setaman, yaitu mawar, melati, kantil, dan kenanga yang dimasukkan ke dalam air yang akan digunakan untuk siraman. Tujuannya agar member aroma harum dan dan wangi.
  • Konyoh manca warna, yaitu lulur yang dibuat dari tepung beras dan kencur dicampur dengan warna yang berjumlah 5 warna yaitu merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Konyoh sebagai sabun yang dapat menghaluskan kulit.

Prosesi Siraman Pernikahan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda

Photo :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya
  • Landha merang, santan kanil, banyu asem. Landha merang sebagai sampo, santan kanil untuk menghitamkan rambut, dan banyu asem sebagai kondisioner.
  • Kelapa yang tua sebanyak dua, yang diikat menjadi satu, sebagai pengikatnya adalah sabut kelapa, kemudian dimasukkan kedalam air yang sudah diberi kembang setaman.
  • Slemek lungguh (alas duduk), berupa klasa Bangka (tikar pandan) dengan ukuran kira-kira satu meter persegi, mori satu lembar, dan jarik satu lembar, dedaunan yang terdiri dari daun kluwih, daun kara, daun apa-apa, daun awar-awar, daun turi, daun dhadhap srep, alang-alang, eri kemarung, dan dlingo bengle.
  • Jarik atau kain empat warna yaitu bango tulak yuyu sekandhang, yaitu kain lurik tenun berwarna coklat ada benang kuning, pulo watu, yaitu kain lurik warna putih garis hitam, dan kain yang berwarna jingga.

Prosesi siraman Erina Gudono

Photo :
  • Tayangan YouTube
  • Kain mori satu lembar, kira-kira dua meter, dan kain batik untuk slemek sebelum memakai mori.
  • Kain dua warna yaitu grombol dan nagasari. Tetapi kedua motif tersebut bisa diganti motif lainnya, asalkan motif tersebut berarti baik, seperti sidomukti, sidoasih, semen raja, semen rama, atau sidoluhur.
  • Sabun dan handuk, kelengkapan untuk membersihkan dan mengeringkan badan setelah mandi atau siraman.
  • Kendi yang diisi air bersih untuk mengakhiri acara siraman.

Sesaji di Upacara Siraman

Sesaji siraman. Sesaji siraman meliputi tumpeng robyong, tumpeng gundul, dhahar anyepanyepan, pisang raja salirang, pisang pulut salirang yang isinya genap, pala gumantung, pala kependhem, pala kesimpar, empluk-empluk diberi bumbu pawon komplit, telur ayam kampung, ---

1 butir, kelapa yang sudah dikupas kulitnya, gula jawa setangkep, cuplak ajug-ajug sebagai obor, kembang telon, jenang werna pitu, jajan pasar, jadah, jenang dodol, wajik, kacang cina atau kacang tanah direbus bersama kulitnya, dan ayam jago satu ekor.

Urutan dalam prosesi Upacara Siraman

Kembang setaman disebar di tempat yang telah diisi air, yang nantinya untuk siraman. Kemudian kelapa dua buah yang telah diikat dimasukkan ke dalam pengaron (tempat air yang untuk siraman).

Calon pengantin yang sudah mengenakan busana siraman, kemudian dijemput oleh kedua orang tuanya dari kamar pengantin, kemudian digandeng menuju tempat siraman. Para pinisipuh yang bertugas membawa ubarampe mengiring dari belakang. Ubarempe tersebut berupa jarik grompol satu lembar, nagasari satu lembar, handuk, dan padupan.

Air Siraman Pengantin.

Photo :
  • U-Report

Setelah semua siap, acara diwali dengan doa, kemudian orang tua mengawali menyiram calon pengantin menggunakan air yang telah tersedia. Orang yang pertama menyirami calon pengantin adalah bapaknya, diikuti oleh ibunya, dan para pinisepuh yang telah diminta untuk ikut menyirami calon pengantin dan memberi berkah. Siraman calon pengantin diakhiri oleh juru rias, atau sesepuh yang sudah ditunjuk atau disepakati.

Pada akhir siraman, juru rias atau sesepuh mengeramasi calon pengantin menggunakan landha merang, santan kanil dan banyu asem, serta meluluri tubuh dengan konyoh, dan menyiram lagi sampai bersih. Setelah itu, calon pengantin memanjatkan doa, dan kemudian juru rias mengucurkan air kendi untuk berkumur, sebanyak 3 kali. 

Selanjutnya juru rias mengguyurkan air kendi ke kepala sebanyak 3 kali, membersihkan muka, telinga, leher, tangan, kaki sebanyak 3 kali. Setelah air kendi habis, juru rias memecah kendi di depan kedua orang tua calon pengantin dengan mengucap “wis pecah pamore

Acara dilanjutkan dengan membawa calon pengantin menuju kamar pengantin. Calon pengantin digandeng oleh kedua orang tuanya menuju kamar pengantin untuk mengeringkan tubuh, dan disiapkan untuk melaksanakan Upacara Ngerik.