10 Fakta Unik Kehidupan Orang Mesir Kuno, Cleopatra Bukan Dari Mesir?

Situs kota Firaun Mesir kuno dekat Luxor
Sumber :
  • ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed Abd El Ghany/djo

VIVA – Mesir Kuno adalah salah satu era yang paling menarik dalam sejarah. Dimana sebuah peradaban para Firaun berkuasa. Mesir kuno ini terkenal dengan Piramida dan mumi. Buat kamu yang penasaran dengan Mesir kuno ini, simak selengkapnya rangkaian informasi yang mungkin belum kau ketahui.

1. Tak Semua Penduduk Mesir Kuno Dimumikan

Penemuan mumi di Mesir.

Photo :
  • Livescience

Mesir kuno memang terkenal dengan mumi. Dimana kebanyakan orang yang meninggal dunia akan diawetkan. Rupanya, tidak semua penduduk Mesir kuno diawetkan setelah mereka meninggal. Mumifikasi di zaman Mesir kuno tergolong praktik yang membutuhkan proses lama dengan biaya yang cukup mahal. Hanya kalangan masyarakat elite yang mampu menjalani praktik mumifikasi tersebut.

Penduduk Mesir kuno percaya, jika mereka bisa menjalani kehidupan lagi setelah mati, dengan syarat tubuh mereka harus tetap utuh, tak hanya menyisakan tulang belulang saja. Sementara itu, masyarakat Mesir kuno yang status sosialnya lebih rendah hanya dikubur di lubang-lubang kecil di padang pasir. Diketahui jika panjang perban yang membungkus tubuh mumi bisa mencapai 1,6 kilometer jika direntangkan.

2. Firaun Mesir Berbadan Gemuk

Raja Firaun.

Photo :
  • U-Report

Dalam lukisan-lukisan Mesir kuno, para Firaun sering digambarkan  bertubuh kurus dan nampak seperti patung. Tapi ternyata itu bukanlah cerminan realitas yang sebenarnya. Para ilmuwan pernah memeriksa mumi-mumi firaun dan menyimpulkan bahwa sebelum meninggal, para raja punya kondisi tubuh yang tidak sehat, atau mengalami obesitas. Bahkan beberapa ada yang terindikasi menderita diabetes. Seperti contohnya Ratu Hapshetsut yang hidup sekitar abad 15 Sebelum Masehi. Sarchophagus (peti mati) Hapshetsut menggambarkan sosoknya yang ramping dan atletik. Sedangkan para sejarawan percaya kalau dia sebenarnya gemuk dan botak.

3. Orang Mesir Kuno Suka Bermain Papan Permainan

Permainan Papan Mesir Kuno

Photo :
  • U-Report

Para penduduk Mesir suka mengisi waktu luang mereka dengan papan permainan. Faktanya, terdapat beberapa jenis papan permainan yang bisa mereka mainkan Bersama diantaranya: mehen, mancala, dan senet. Senet menjadi permainan yang paling populer di antara ketiga jenis permainan tersebut. Masyarakat Mesir kuno sudah mengenalnya sejak 3500 tahun SM. Papan senet ini hampir menyerupai papan catur, yang memiliki 30 kotak dan berbentuk persegi panjang. Dua orang pemain menggerakkan bidak dengan cara melempar dadu atau tongkat kecil. Konon, hieroglif yang terukir di papan merupakan simbol keberuntungan dan kesialan yang menentukan jalannya permainan.

4. Wanita dan Pria Memakai Makeup

mesir kuno

Photo :
  • U-Report

Fakta mengejutkan dari Mesirkuno yaitu masyarakat disana gemar mengenakan makeup. Tapi tujuan masyarakat Mesir kuno menggunakan riasan wajah sedikit berbeda dengan zaman sekarang. Bagian mata dari orang-orang Mesir kuno biasanya dilukis dengan warna hitam atau hijau. Para ilmuwan berpendapat jika makeup tersebut berfungsi untuk menyaring cahaya matahari yang masuk ke mata. Sementara itu, riasan wajah yang lebih dramatis lagi menandakan kemiripan seseorang dengan Dewa Matahari, Horus. Peralatan kosmetik nya pun juga bisa jadi penanda status sosial masyarakat Mesir kuno. Semisal, wanita yang membawa kotak kosmetik pribadi dianggap punya derajat sosial yang tinggi di masyarakat.

5. Penduduk Mesir Menyukai Harta Karun

Piramida Mesir.

Photo :
  • Pixabay

Piramida merupakan tempat yang mencolok untuk mengubur harta karun. Kuburan Firaun tersebut kerap kali dijarah usai pembangunan selesai. Pada era arkeologi modern, banyak ruangan di Piramida yang hampir kosong. Beberapa penjarah kuno berhasil mencatat deskripsi harta karun yang mereka dapatkan.

6. Cleopatra Bukan dari Mesir

Cleopatra.

Photo :
  • U-Report

Selain Ramses III dan Tutankhamun, tokoh yang paling terkenal di era Mesir kuno yaitu Cleopatra VII. Taukah kamu jika Cleopatra ini sebenarnya bukan keturunan bangsa Mesir? Cleopatra memiliki garis keturunan Yunani dan Masedonia yang diwariskan dari Ptolemy XII Auletes. Leluhurnya, Ptolemy I, merupakan salah satu letnan perang kepercayaan Alexander yang Agung. Dinasti Ptolemy sempat menguasai Mesir dari tahun 323 sampai 30 Sebelum Masehi. Selama itu pula sebagian besar pemimpin Mesir berasal dari keturunan bangsa Yunani. Cleopatra dikenal karena menjadi anggota Dinasti Ptolemy pertama yang fasih berbicara dalam bahasa Mesir.

7. Yang Membangun Piramida Bukanlah Para Budak

Piramida Agung, Mesir (Ilustrasi).

Photo :
  • U-Report

Ternyata dalam proses pembangunan Piramida ini tak ada perbudakan apalagi penindasan. Faktanya, bukti-bukti arkeologis mengungkap bahwa piramida agung Giza dibangun oleh 5.000 pekerja tetap dan 20.000 pekerja sementara (yang mendapat upah). Pekerja-pekerja ini bukanlah budak, melainkan mereka dipanggil oleh pemerintah Mesir untuk bekerja secara bergiliran. Saat proses pembangunan, para pekerja tinggal di kemah yang sudah disediakan di sekitar piramida. Mereka bekerja sekitar 3-4 bulan sebelum berganti giliran dan pulang ke rumah masing-masing. Bayaran yang diterima berupa makanan, minuman, dan perawatan kesehatan.

8. Mesir Kuno Percaya Ada Kehidupan Setelah Kematian

Mumi Lady Dai.

Photo :
  • U-Report

Mesir kuno percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Oleh karena itu, sebelum mereka wafat, para firaun kerap “berwasiat” supaya para pelayan dikorbankan untuk melayani sang raja di alam kubur. Ritual pengorbanan ini pernah dijalani di masa peradaban Mesir kuno yang lebih awal, lalu mulai ditinggalkan oleh generasi-generasi selanjutnya. Biasanya, para pelayan setia tak akan merasa takut saat mereka dikorbankan. Sebab bagi mereka, melayani Yang Mulia di kehidupan selanjutnya merupakan sebuah bentuk penghormatan.

9. Penduduk Mesir Kuno Berbagi Makanan Dengan Orang Mati

Mumi Mesir.

Photo :
  • U-Report

Makam di Mesir di rancang sebagai rumah abadi bagi tubuh mumi dan diyakini bahwa roh mereka masih hidup di dalam tubuh mumi. Orang-orang kuno juga merayakan hari reuni dengan orang-orang terdekatnya di makam mereka, bahkan menghabiskan malam mereka di makam dalam berbagai festival. Semua simpatisan dan kerabat membawa makanan ke makam untuk dibagikan kepada para mumi. Masyarakat Mesir kuno percaya bahwa orang yang sudah meninggal dapat makan dan minum. Oleh sebab itu mereka pun menyediakannya secara teratur.

10. Peradaban Mesir Kuno dan Pasta Gigi

Salah satu makam Mesir kuno

Photo :
  • foxnews.com

Masyarakat Mesir kuno ini cenderung memerhatikan kebersihan gigi. Kontribusi mereka dalam catatan sejarah kesehatan salah satunya yaitu pasta gigi. Meski komposisinya cenderung nyeleneh (kuku banteng, abu, kulit telur hangus, dan batu apung), pasta gigi pada masa itu cukup ampuh untuk mencegah bau mulut lho.

Itulah 10 fakta menarik tentang kehidupan di Mesir kuno. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan ya.