Cerita Pejuang Kanker yang Ikut New York Fashion Week

Tiffany, pejuanag kanker yang ikut New York Fashion Week
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Tiffany Schwantes seorang perempuan berusia 34 tahun, baru saja menjalani kemoterapi di pusat kanker Huntsville, Alabama. Dia menjalani  pengobatan untuk kanker yang di diagnosis telah menyebar hingga ke paru-parunya.

Namun, pada sabtu malam 10 Februari 2017 lalu, dengan percaya diri Tiffany melangkah di atas catwalk New York Fashion Week, dengan balutan gaun strapless merah muda rancangan Dalia MacPhee.  

Dialnsir Reuters, Pada malam itu, Tiffany menjadi salah satu dari 11 orang pejuang kanker stadium lanjut yang diminta menerima penghargaan menjadi model untuk satu malam di Midtown Manhattan.

Dengan wajah penuh rasa bangga, sambil memilih wig yang tepat untuk dirinya, Tiffany merasa senang dan cukup sehat menjalankan tugasnya malam itu.

Tiffany adalah seorang ibu rumah tangga yang didiagnosis kanker saluran empedu stadium empat sekaligus kanker hati pada 2012, ketika usianya menginjak 29 tahun.

"Waktu itu saya memiliki bayi perempuan berusia dua tahun. Jadi saya pikir kondisi saya sehat," Ujar Tiffany.

Saat ini putrinya yang bernama Madison telah berusia 7 tahun, sedangkan kakaknya, Carter sudah berusia 11 tahun.
 
"Beranjak dari seorang istri dan ibu muda menjadi pasien kanker merupakan saat-saat tersulit. Pada waktu itu saya tidak merasa seperti orang sakit yang pergi ke dokter dua sampai tiga kali seminggu. Saya juga merasa masih sanggup mengurus anak-anak," ujarnya.

Malam itu, beberapa model yang telah menjalani kemoterapi, pembedahan atau radiasi juga turut berbangga hati. Meski menyandang status 'pasien kanker', namun mereka dengan sangat anggun  berjalan di atas catwalk dalam fashion show bertajuk Destiny Child 'Survivor'.

Gaun mewah,  anting-anting berlian, juga riasan yang pas membuat penampilan mereka begitu memukau.

The Surviving Fin Fashion adalah sebuah acara yang digelar oleh YES!, sebuah organisasi non-profit yang menyediakan dukungan kepada siapa pun yang terkena kanker stadium lanjut.

Bill Ramey, yang berusia 60 tahun dan berasal  dari Greenwood, Indiana, juga hadir  di New York untuk pertama kalinya menjadi satu-satunya pria di atas runaway. Dia mengenakan celana jeans biru dan kaus hitam bertuliskan '.LIVE LIFE, LOVE LIFE.'.

"Tujuan saya adalah untuk membuatnya turun dan kembali di atas panggung dan tetap tegak," kata Ramey, yang didiagnosis dengan stadium empat kanker usus besar pada Hari Valentine tahun 2013.

Ia menambahkan bahwa pikiran pertamanya adalah bahwa dirinya tidak akan bisa melihat putri tercintanya berhasil lulus ke perguruan tinggi atau menikah. Ia juga menyatakan bahwa dirinya juga tidak bisa bertemu dengan cucu-cucunya kelak, bahkan tidak pernah terlintas dalam pikirannya sekali pun.

"Saya telah menerima kenyataan bahwa saya mungkin akan meninggal akibat kanker. Tapi Tuhan telah memberi saya beberapa waktu tambahan, dan ini adalah cara saya membayarnya," kata dia sambil menghela napas.

Suami Tiffany, yang telah berjuang selama 13 tahun menemaninya, berharap acara ini akan menginspirasi orang lain untuk merasa lebih baik seperti yang dia lakukan malam itu

"Kami mendapatkan satu malam berpakaian gaun indah dan perhiasan menakjubkan dan  bersenang-senang. Ini memberi kami malam untuk merasa seperti kita lebih dari sekadar seorang pasien kanker. Saya berharap mereka (keluarga) bisa melihat saya kelak dan masih akan bertahan hidup setelah lima tahun, sehingga hal itu mampu memberi orang lain harapan," ujar Tiffany.