Kemoterapi untuk Pasien Kanker, Seberapa Efektifkah?

Kemoterapi.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Kanker adalah penyakit tidak menular dengan angka insiden dan kematian yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya sehingga perlu menjadi prioritas dan fokus semua pihak. Salah satu cara meminimalisir penyebaran sel kanker untuk mencegah kematian adalah melalui kemoterapi. Seberapa efektifkah?

img_title 5 Jenis Kanker yang Paling Banyak Merenggut Nyawa, Jadi Penyebab Kematian Terbesar Ketiga di Indonesia

Kemoterapi adalah pengobatan obat yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dalam tubuh. Ini banyak digunakan untuk mengobati kanker karena sel-sel kanker berkembang biak, membelah dan tumbuh dengan cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai jenis obat dapat digunakan dalam kombinasi untuk mengobati berbagai jenis kanker. Tujuan kemoterapi didasarkan pada jenis kanker dan seberapa jauh penyebarannya.

img_title Jenis Hingga Sifat Kanker Payudara Bisa Diketahui Lebih Detail, Dokter Sarankan Pasien Lakukan Biopsi Ini

Kemoterapi akan diberikan melalui pembuluh darah (kemoterapi intravena) dan obat diberikan melalui selang di pembuluh darah di tangan, lengan, atau dada. Lain adalah tablet kemoterapi (kemoterapi oral).

Kemoterapi dapat digunakan setelah perawatan lain, seperti pembedahan, untuk menghilangkan sel kanker yang mungkin tertinggal di dalam tubuh. Ini juga bisa disebut terapi adjuvant.

img_title 5 Tahun Berjuang Melawan Kanker, Vidi Aldiano Ungkap Titik Terendah: Waktu Itu Sangat Berharga…

Selain itu, kemoterapi digunakan untuk mengecilkan tumor sehingga pengobatan lain, seperti radiasi dan pembedahan, dapat dilakukan. Ini dikenal sebagai terapi neoadjuvant.

Kemoterapi digunakan untuk membantu seseorang menghilangkan tanda dan gejala. Seseorang akan dapat mengelola tanda dan gejala kanker dengan membunuh beberapa sel kanker.

Ilustrasi kemoterapi.

Photo :
  • U-Report

Ini dikenal sebagai kemoterapi paliatif. Maka dari itu, kemoterapi dinilai sangat efektif pada pasien kanker yang juga termasuk dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kini, JKN telah berhasil membuka akses bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk penyintas kanker, untuk mendapatkan penanganan dan perawatan atas kondisi kesehatan yang dialami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua CISC Aryanthi Baramuli, mengatakan bahwa banyaknya pasien kanker berusia produktif menjadi ‘alarm’ kita bersama. Hal itu terkait pentingnya kemudahan akses pengobatan sehingga memberikan kesempatan bagi pasien untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Adanya Program JKN memberikan jalan bagi kami untuk berjuang melawan kanker walalupun masih ada beberapa keterbatasan yang kami temui. Bagi para pasien, dukungan dari seluruh pihak untuk peningkatan layanan kesehatan dan pengobatan kanker untuk menjadi lebih baik secara kualitas tentu akan sangat bermakna.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut