Empat Pekerjaan dengan Tingkat Perceraian Tinggi

Ilustrasi pasangan sedang bertengkar.
Sumber :
  • pixabay/LindsayFox

VIVA – Baru-baru ini, sebuah berita seorang pria yang menceraikan istrinya karena tidak menjaga kebersihan tubuhnya menjadi viral di dunia maya. Dan kini, sebuah data dari Biro Sensus Amerika Serikat Five-Year American Community Survey digunakan untuk memprediksi kemungkinan perceraian berdasarkan pekerjaan seseorang.

Ketahui daftar pekerjaan yang rentan perceraian di bawah ini seperti dilansir dari laman Times of India.

Manajer tempat permainan

Bermain memang menyenangkan, tapi tidak bagi mereka yang menjadi manajer di tempat kasino atau ruang permainan di hotel dan resor. Menurut data yang dikumpulkan, orang yang berprofesi di bidang ini memiliki angka perceraian hingga 52,9 persen. Karena tuntutan pekerjaan yang selalu berada dalam lingkungan pesta, orang dengan pekerjaan ini sulit memiliki waktu untuk dihabiskan bersama pasangannya.

Bartender

Angka perceraian pada profesi sangat tinggi hingga mencapai angka 52,7 persen. Waktu kerja hingga tengah malam dan alkohol, yang merupakan dua komponen penting dari pekerjaan bartender, menjadi bumbu sempurna yang memicu perceraian. Terlebih, bartender harus bersikap ramah dan terkadang harus mendampingi pelanggan yang mabuk. Peluang untuk terlibat secara emosional dengan orang lain sangat tinggi ketika mereka harus terus berinteraksi secara terus menerus.

Pramugari

Kehidupan seorang pramugari tidak jauh berbeda dengan kehidupan selebriti atau model yang glamor. Mereka bisa bepergian ke tempat-tempat yang ingin dikunjungi banyak orang, setidaknya sekali dalam hidup mereka, dengan gratis. Mereka bisa menginap di hotel mewah, bertemu banyak orang menarik dan rupawan bukan lagi pilihan tapi sebuah keharusan. Tapi di balik keuntungan ini, pramugari menjadi pekerjaan dengan tingkat perceraian mencapai 50,5 persen. Salah satu penyebab utama dari tingginya angka perceraian ini adalah jadwal perjalanan mereka yang padat, sehingga membuat mereka punya sedikit waktu untuk pasangannya.

Telemarketer

Kehidupan profesional telemarketer yang tinggi stres, dianggap sebagai penyebab utama angka perceraian yang tinggi pada profesi ini yang mencapai 49,7 persen. Hari mereka dimulai dengan menerima panggilan pelanggan yang menumpahkan keluhan mereka. Mereka juga menghabiskan sisa hari mereka untuk mengatasi masalah pelanggan. Tidak heran, stres di pekerjaan memberikan dampak pada kehidupan pribadi mereka.