Studi: Durian Mampu Cegah Kerusakan Gigi dan Bau Mulut

Durian/duren.
Sumber :
  • Freepik/mrsiraphol

VIVA – Durian merupakan salah satu buah kebanggaan negara-negara di Asia Tenggara. Dijuluki Raja Buah, bagi para penggemarnya, durian adalah suatu bentuk kenikmatan hidup.

Kelezatan buah ini pun membuat hadirnya banyak makanan dan minuman olahan durian untuk menikmati hasrat para pecinta durian. Sebut saja es krim, pancake, burger, wiski dan masih banyak lagi.

Meski lezat, namun terlalu banyak mengonsumsi durian memiliki efek samping seperti perut panas dan kembung. Bukan hanya itu, karena aromanya yang terlalu pekat, durian juga membuat penikmatnya sering mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, yakni bau mulut.

Namun, ternyata sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa durian sebenarnya dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan mengurangi bau mulut.

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Chulalongkorn di Bangkok, Thailand ini melihat potensi durian sebagai pembersih mulut. Dari studi itu, ditemukan sebuah jenis gel diperoleh dari kulit durian, dilansir dari World of Buzz, Senin, 29 Juli 2019.

Setelah diperiksa, jenis gel ini diketahui memiliki potensi untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang diuji coba pada tikus laboratorium.

“Gel itu dapat digunakan sebagai agen antibakteri alami dalam produk kebersihan mulut untuk mengendalikan kerusakan gigi dan penyakit periodontal,” demikian menurut laporan studi.

Penyakit periodontal pada dasarnya adalah pembengkakan gusi dan penyangga tulang di sekitar gigi. Diketahui bahwa gel dalam kulit durian tadi berfungsi sama dengan chlorhexidine, antiseptik yang ditemukan di banyak produk pencuci mulut.

Studi ini juga menemukan bahwa gel tersebut bekerja untuk mengurangi senyawa yang menyebabkan bau mulut.

Jadi, bagaimana tepatnya buah yang terkenal menyebabkan mulut berbau menyengat tiba-tiba berubah menjadi obat untuk bau mulut? Di masa depan nanti, para pecinta durian mungkin bisa dengan bebas menikmati durian tanpa khawatir dengan bau mulut. (rna)