Cemas dan Stres di Rumah? Ini 10 Tips Psikolog Agar Selalu Bersyukur

Cemas dan stres
Sumber :
  • Pinkvilla

VIVA – Pandemi COVID-19 memicu peningkatan masalah kesehatan mental dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya perubahan yang memaksa manusia untuk adaptasi secara cepat membuat penurunan kualitas hidup di era ini.

Psikolog anak, remaja dan keluarga, Jovita Ferliana, M.Psi., dalam webinar bersama Greenfields menuturkan bahwa di Jepang dikenal filosofi ‘Ikigai’, sebuah konsep yang berarti a reason for being yakni alasan untuk keberadaan kita. Memahami konsep Ikigai bisa membantu kita untuk mencari dan menentukan alasan menjalani hidup. 

"Jangan lupa juga untuk mengisi body, mind and soul. Body dengan nutrisi baik, mind dengan keterampilan, pikiran positif dan edukasi, dan soul dengan rasa syukur, relaksasi dan mindfulness,” kata Jovita Ferliana, baru-baru ini.

Jovi melanjutkan bahwa kita perlu menyadari bahwa menjalani hidup terbaik itu adalah hal yang sangat pribadi dan subjektif, serta berfokus pada diri dan orang terdekat kita, di mana kita menjalani kehidupan yang membuat kita bahagia, menggali potensi dalam diri, sesuai dengan keinginan hati, dan dapat melakukan hal terbaik untuk orang-orang terkasih. 

"Wajar saat temukan masalah di hidup. Karena untuk jalani hidup terbaik bukan berarti bebas dari masalah tapi bagaimana bisa mensiasatinya,' kata Jovi.

Stress

Photo :
  • U-Report

Untuk bisa benar-benar mengisi Body, Mind and Soul, berikut 10 tips dari Jovi.

1. Fokus. Boleh buat target jangka panjang tapi jangan lupa buat fokus di target jangka pendek terlebih dahulu.

2. Ambil tanggungjawab untuk semua perilaku yang dilakukan. Pikiran dulu konsekuensinya apa, apakah baik atau tidak. Kalau baik maka ambil, kalau buruk sebaiknya singkirkan. Sehingga yang diambil memang perilaku yang terbaik.

3. Jalani hidup saat ini. Apabila suatu saat merasa terlalu cemaskan masa depan atau masa lalu, bisa tarik napas dalam dan katakan bahwa itu terjadi di masa lalu dan yuk fokus pada masa sekarang.

4. Bersih-bersih. Artinya bersihkan sesuatu tapi bukan bersih-bersih biasa. Untuk tingkatkan kesehatan mental. Ada beberapa jenis. Salah satunya, konsep empat kotak. Berarti bersihkan di rumah atau lingkungan dengan pilah jadi 4 kotak. 

Kotak pertama untuk barang-barang yang di simpan, kedua untuk barang yang tak layak pakai dan harus dibuang, ketiga untuk barang yang masih layak pakai dan hendak diamalkan, terakhir untuk barang yang ingin dipindahkan dari tempat asal untuk ditata di tempat lain. Konsep ini supaya bisa melakukan lingkungan yang jauh lebih bersih sehingga merasa lebih nyaman.

5. Sederhanakan. Contoh, sedang santai dan lihat orang di sebelah kita agar timbul rasa bersyukur atas teman atau pasangan yang baik.

6. Journaling. Tehnik untuk ekspresikan perasaan pikiran ke dalam bentuk tulisan atau gambar. Karena semua emosi harus terekspresikan. Hanya saja di wadah yang tepat, jangan sampai sakiti diri sendiri atau orang lain.

7. Cerahkan hari-hari orang lain. Apabila buat orang lain senang, maka efeknya 2 kali lipat untuk diri kita. Bisa bayangkan saat anak-anak atau pasangan tertawa efeknya sehat mental 2 kali lipat pada kita. Salah satu cara menyenangkannya bisa dengan mengatakan pujian.

8. Jaga kesehatan fisik dengan olahraga, makan bergizi, dan istirahat cukup. Ahli nutrisi, Emilia Achmadi, MS., RDN., mengatakan bahwa untuk membantu memenuhi asupan gizi sehari-hari, susu sapi segar memainkan peranan yang sangat penting.

Susu sapi segar adalah salah satu sumber gizi terbaik untuk keluarga, orang dewasa maupun anak-anak, karena mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot, dan vitamin yang dapat memaksimalkan perkembangan kognitif dan memperkuat daya tahan tubuh. 

"Susu sapi segar juga merupakan satu-satunya sumber vitamin D yang alami. Kita perlu bijak dalam memilih produk yang kita konsumsi, termasuk produk susu sapi segar. Pilihlah susu sapi segar yang dihasilkan dengan proses pasteurisasi dan biasakan diri untuk cek label kandungan produk sebelum membelinya," tuturnya.

9. Manage inner child. Segala sesuatu yang kita bawa di masa lalu, terkadang membuat kritik di diri. Apabila itu terjadi, maka berikan ruang. Katakan terima kasih pada inner child kita dan biarkan mereka mengetahui bahwa kondisi kita saat ini baik-baik saja.

10. Prepare to chage the plan. Selalu sediakan rencana lain. Jangan hanya 1 rencana. Sehingga saat rencana awal gagal, masih berasa aman karena masih ada rencana lain.