Makan Nasi Uduk vs Nasi Kuning, Mana Lebih Tinggi Kalori?

Nasi uduk Jambi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tasya Paramitha

VIVA – Nasi merupakan salah satu pangan khas dan pokok bagi masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok. Tak heran, nasi kerap menjadi olahan nikmat nan lezat namun siapa sangka tinggi kalori. Apa saja ya?

Banyak masyarakat Indonesia yang merasa bahwa belum kenyang jika belum mengonsumsi nasi. Ya, nasi menjadi kebutuhan pokok dan wajib ada di meja makan untuk pagi, siang, maupun malam. Makanya, nasi kerap diolah menjadi hidangan nikmat seperti nasi uduk dan nasi kuning.

Tak hanya itu, negara Timur Tengah juga memakai nasi sebagai pangan pokoknya. Salah satu pangan dari nasi yang juga sudah dikenal lidah masyarakat Indonesia adalah nasi kebuli. Tapi, ketiga jenis nasi tersebut sebenarnya sangat tinggi kalori.

"Nasi uduk, nasinya aja mengandung 250 kalori. Nasi putih biasa 175. Nasi uduk ada santan lebih gurih. Nasi uduk gurih banget itu pakai santan kentel, bisa 250 kalori. Bihun dan lauk lain, 100 kalori. Telor tambahan lagi 75 kalori. Kerupuk 50 kalori. Total 475 kalori," ujar Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Ida Gunawan, SpGK, dalam acara Hidup Sehat tvOne, Kamis 17 Maret 2022.

Sama halnya dengan nasi kuning, di mana penambahan santan menjadi sorotan lemak dan tinggi kalori. Akan tetapi, nasi kuning biasanya memiliki santan lebih encer sehingga kalorinya sekitar 450. Di sisi lain, penambahan rempah seperti kunyit yang tinggi antioksidan.

"Kalori hampir sama. Perbedaannya cuma kandungan lemak saja dan modal aksesorinya. Rempah di kuning lebih dominan makanya santan lebih rendah sementara pakai kunyit antioksidan lebih tinggi," imbuhnya.

Nasi kuning.

Photo :
  • U-Report

Kekurangan nasi kuning, kata dokter Ida, karena minimnya sayuran atau sumber serat. Maka, dokter Ida menganjurkan untuk sarapan pagi dengan nasi kuning ditambah tomat, selada, dan timun atau juga didampingi buah-buahan. Lalu, bagaimana dengan nasi kebuli?

"Nasi saja 300 kalori. Dia bikinnya nggak pakai santan tapi bumbunya pakai minyak banyak agar aroma dan rasa keluar sehingga aromanya wangi. Pakai tomat sedikit agar warnanya bisa gelap. Kaldu daging itu dimasak dengan bumbu. Pastinya lemak dari kaldu tinggi. Dagingnya seporsi 75-100 kalori. Tambah kerupuk bisa 50 kalori. Acar kalorinya kecil msh aman. Total 450 kalori," bebernya.

Untuk itu, dokter Ida menyarankan agar masyarakat mengenali kebutuhan kalori masing-masing sehingga dapat mencukupinya dengan tepat tanpa kekurangan atau kelebihan. Berbagai faktor menjadi penentu kalori seseorang seperti berat badan, tinggi badan, usia, aktivitas, dan kondisi metabolik.

"Berat badan laki-laki lebih besar juga dan tinggi badan lebih tinggi. Otomatis semua kebutuhan akan menambah. Laki-laki bisa 2000-2500 kalori, tergantng pekkerjaan. Wanita sekitar 1500-2000 kalori," pungkasnya.