5 Obat Sariawan Alami, Manjur Bebas Rasa Perih

Sariawan yang meradang.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Lifestyle – Tak sedikit penderita sariawan memilih obat sariawan alami ketika rasa perih tersebut muncul. Sariawan adalah masalah gusi dan mulut yang pasti pernah dialami oleh hampir semua orang. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengobatinya, salah satunya menggunakan obat. Pada beberapa kondisi, sariawan dapat berukuran cukup besar, terjadi terus-menerus dalam hitungan hari, dan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu sehingga membuat Anda kesulitan dalam berbicara, makan dan minum, hingga beraktivitas sehari-hari. Sariawan bisa saja disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) atau penyakit radang usus. Studi dari tahun 2007 telah menunjukkan bahwa bakteri lactobacillus dapat membantu membasmi H. pylori dan mengobati beberapa jenis penyakit radang usus. Secara teori, jika salah satu dari kondisi tersebut menyebabkan sariawan, makan yogurt yang mengandung bakteri baik dapat membantu dan bermanfaat jadi obat sariawan alami.

Berikut adalah obat sariawan alami yang mudah Anda dapatkan di rumah:

1. Larutan garam

Garam.

Photo :
  • U-Report

Berkumur dengan larutan garam diketahui efektif untuk meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan jaringan gusi, bibir, atau mulut yang terkena sariawan.

Anda dapat mencampurkan 1 sendok teh garam ke dalam ½ cangkir air hangat, lalu berkumur menggunakan larutan tersebut selama 15–30 detik. Selain garam, Anda juga bisa menggunakan baking soda sebagai obat sariawan alami.

2. Teh chamomile

Teh chamomile.

Photo :
  • U-Report

Chamomile mengandung senyawa antiradang dan antiseptik, yaitu azulene dan levomenol, yang dipercaya dapat meredakan dan mempercepat proses penyembuhan sariawan.

Untuk mengobati sariawan, Anda dapat merendam kantong teh chamomile di dalam air hangat. Kemudian kompres luka sariawan menggunakan kantong teh tersebut selama kurang lebih 5 menit sebanyak 3–4 kali sehari.

3. Madu

Ilustrasi madu

Photo :
  • healthline.com

Selain chamomile, madu juga memiliki sifat antiradang dan antibakteri sehingga baik untuk dijadikan obat sariawan alami. Anda dapat mengoleskan madu ke luka sariawan sebanyak 3–4 kali sehari hingga sariawan sembuh.

Jenis madu yang paling baik untuk menyembuhkan luka sariawan adalah jenis madu murni yang tidak melewati proses pasteurisasi.

4. Sayuran dan buah-buahan

Buah dan sayur

Photo :
  • Times of India

Agar sariawan bisa cepat sembuh, Anda juga disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, seperti vitamin B, vitamin C, zinc, zat besi, dan folat. Nutrisi-nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. Tak hanya sayuran dan buah-buahan, beragam nutrisi untuk mengatasi sariawan juga bisa diperoleh dari suplemen tambahan.

Jangan lupa pula untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Hal ini dikarenakan sariawan dapat menyebabkan mulut kering dan meningkatkan risiko dehidrasi. Oleh karena itu, perbanyak minum air putih agar sariawan yang Anda alami cepat sembuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera kunjungi dokter bila kamu mengalami sejumlah gejala sariawan berikut:

  • Sariawan di mulut berukuran besar dan tidak biasa.
  • Sariawan terus-terusan muncul dan bertambah banyak.
  • Rasa nyeri tidak kunjung membaik meskipun sudah minum obat penghilang nyeri.
  • Sariawan sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak sembuh.

Faktor Risiko Sariawan

Siapa saja bisa mengalami sariawan, tapi ada beberapa faktor yang bisa memicu munculnya masalah mulut tersebut, antara lain:

  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
  • Penggunaan gigi palsu dengan ukuran yang tidak pas dan tidak dibersihkan secara teratur.
  • Kekurangan vitamin B dan zat besi.
  • Konsumsi antibiotik.
  • Menggunakan obat-obatan yang bisa menurunkan produksi air liur.
  • Mengidap penyakit diabetes.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  • Kebiasaan merokok.
  • Menjalankan pengobatan kemoterapi.

Gejala Sariawan

Sariawan tidak akan langsung terasa, tetapi akan berkembang secara perlahan dengan gejala sebagai berikut:

  • Sensasi terbakar pada lidah.
  • Bagian dalam mulut dan tenggorokan berwarna merah.
  • Rasa tak nyaman saat menelan.
  • Muncul warna kemerahan dan rasa nyeri pada bagian mulut yang terdapat gigi palsu.
  • Rasa tidak nyaman dalam mulut.
  • Luka berwarna putih yang muncul di lidah.
  • Pendarahan ringan yang terjadi saat tergores.