Awas, Kebiasaan Mengupil Bisa Picu Pikun

Ilustrasi mengupil.
Sumber :
  • Freepik/azerbaijan_stockers

VIVA Lifestyle – Setiap orang, diakui atau tidak, pasti pernah secara tidak sadar mengupil. Faktanya, banyak orang dewasa, tidak hanya anak-anak, memiliki kebiasaan mengupil.

Salah satu alasan kenapa orang belajar berhenti melakukannya adalah karena aktivitas ini dianggap jorok, terutama jika berada di depan orang lain.

Namun, para ilmuwan menemukan alasan penting untuk tidak lagi mengupil. Menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan oleh Griffith University di jurnal Scientific Reports, mengupil kemungkinan memiliki konsekuensi kesehatan yang buruk.

Riset baru ini menunjukkan bahwa bakteri bisa berjalan saraf penciuman di hidung ke dalam otak pada tikus percobaan, di mana itu membuat tanda yang merupakan sinyal dari penyakit Alzheimer's.

Hidung.

Photo :
  • U-Report

Dikutip dari laman Times of India, dalam studi yang dilakukan pada tikus, para peneliti menyadari bahwa saraf penciuman di hidung memberikan jalur pendek ke otak, satu saluran yang mengalirkan darah ke otak. Virus dan bakteri bisa menggunakan jalur ini sebagai rute langsung ke otak.

Profesor James St John, kepala dari Clem Jone Center untuk Penelitian Neurologi dan Sel Punca, rekan penulis penelitian, mengatakan bahwa mereka adalah yang pertama yang menunjukkan bahwa Klamidia pneumonia bisa langsung menuju ke hidung masuk ke otak di mana itu bisa memunculkan patologi yang mirip penyakit Alzheimer's.

"Kami melihat ini terjadi pada seekor tikus model, dan buktinya berpotensi mengerikan bagi manusia juga," kata dia.

Tim peneliti menemukan bahwa Klamidia pneumonia (sebuah tipe bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia) menggunakan pelebaran saraf di antara rongga hidung dan otak sebagai jalur langsung untuk mencapai sistem saraf pusat.

Sel-sel di otak kemudian bereaksi dengan menyetorkan protein beta amiloid, yang merupakan kunci prekursor terhadap perkembangan penyakit Alzheimer's.

Sebuah studi tahun lalu menemukan kebocoran dari senyawa beracun spesfik dalam aliran darah yang kemungkinan menjadi penyebab fundamental penyakit Alzheimer's. Para peneliti menemukan bahwa beta amiloid terbentuk di luar otak dan kemudian terdorong oleh aliran darah tubuh melalui lipoprotein. Studi ini juga melibatkan tikud dan dipublikasikan di jurnal Plos Biologi.

Mengupil.

Photo :
  • U-Report

"Jalur darah ke otak ini signifikan karena jika kita bisa mengatur kadar lipoprotein amiloid dalam darah dan mencegah kebocorannya ke otak, ini akan membuka potensi pengobatan baru untuk mencegah penyakit Alzheimer's dan kehilangan ingatan lambat," tulis para peneliti.

Tim peneliti masih butuh membuktikan bahwa jalur yang sama melalui saraf pernapasan di hidung dan ke dalam otak ada pada manusia dan bisa digunakan secara sama oleh virus dan bakteri jahat.

"Kami buth melakukan studi ini pada manusia dan memastikan bahwa jalur yang sama beroperasi dalam cara yang sama. Riset ini sudah diajukann oleh banyak orang tapi belum lengkap. Apa yang kami ketahui adalah bakteri yang sama ini ada pada manusia, tapi kami belum mencari tahu bagaimana mereka bisa sampai ke sana," catat profesor St John.

"Mengupil dan mencabut bulu hidung bukanlah gagasan yang baik. Kami tidak ingin merusak bagian dalam hidung dan mengupil serta mencabut bisa melakukannya. Jika Anda meruksan lapisan hidung, Anda bisa meningkatkan berapa banyak bakteri yang masuk ke dalam otak," jelas St John.

Untuk menurunkan risiko membangun onset penyakit Alzheimer's, dia lebih lanjut merekomendasikan tes mencium bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Ini bisa membantu mendiagnosis perkembangan Alzheimer's dan demensia lebih dini.