Berkaca Pola Diet Amora Lemos, Dokter Ungkap 6 Trik Cegah Remaja Obesitas

Amora
Sumber :
  • IG @amora_lemos05

VIVA LifestyleAmora Lemos, putri Krisdayanti dan Raul Lemos, menjadi sorotan usai mengubah berat badannya yang turun hingga 10 kg. Adik sambung Aurel Hermansyah itu rupanya menjalani diet untuk menjadi lebih sehat di masa remajanya.

Krisdayanti mengungkapkan bahwa saat ini Amora sudah mulai memerhatikan penampilan, salah satunya dengan melakukan program diet untuk menurunkan berat badan.

Menurut Krisdayanti, Amora sangat memerhatikan pola makannya selama kurang lebih tiga bulan ini dengan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung dan minyak.

Amora

Photo :
  • IG @amora_lemos05

"Ya karena Amora juga program diet. Jadi program dietnya itu kayak selama 3 bulan itu, makanan engga boleh ada tepung, minyak, gula," kata Krisdayanti ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.

Diet yang dijalankan Amora pun berjalan sukses, saat ini berat badannya sudah turun 10 Kg.

Diva yang akrab disapa KD itu mengungkapkan bahwa keinginan untuk diet tersebut berasal dari Amora langsung karena transisi mau memasuki usia remaja.

Amora merasa lebih nyaman dengan bentuk badan ideal, salah satunya agar gampang memilih baju. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Krisdayanti dan Amora

Photo :
  • IG @krisdayantilemos

“Jadi dia turun 10 Kg lumayan nih," kata Krisdayanti.

"Dia yang mau, karena transisi mau remaja ya. Dia lebih nyaman lebih ringan, dia pengin tampil lebih seusianya, pakai baju gampang dicari," ucapnya.

Dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah - Puri Indah, dr. Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi, Sp.GK, anak dengan obesitas sudah seharusnya menjalani pola makan yang tepat untuk mencegah kenaikan berat badan lebih lanjut.

Sebab, obesitas dapat berdampak pada kesehatan anak di masa depan sehingga pola makan sehat seharusnya diterapkan padanya sejak dini.

"Karena obesitas itu memang berbahaya dan sekarang memang enggak nyerang dewasa aja, anak-anak pun mulai banyak, nih. Jadi, pola makan tuh harus diajarkan sejak dini dan dibiasakan makan sehat sedari anaknya kecil," ujarnya dalam acara media RSPI, Rabu 18 Januari 2023.

Berikut 6 trik cegah obesitas pada anak berkaca pada pola diet Amora Lemos:

Pola Makan Sehat

Raissa menegaskan bahwa paling utama pada anak dalam mencegah obesitas melalui pola makan sehat dan rutin. Peran obat-obatan dalam pola makan anak sebaiknya dihindari, sehingga lebih dianjurkan edukasi pemilihan makan.

Bekal makan siang sehat

Photo :
  • Cookpad

"Untuk anak-anak sih intinya kita enggak bisa kasih obat-obatan, jadi, intinya memang dari pola hidup, pola makan. Jadi, jadwal makannya harus rutin dan pemilihan makanannya, itu yang penting," jelasnya.

Bekal Gizi Seimbang

Membawa bekal si kecil saat sekolah dianjurkan untuk membiasakan membawa makanan dari rumah, alih-alih jajan sembarangan. Saat membawa bekal, pastikan para moms memenuhi gizi seimbang yang memenuhi karbohidrat, protein, lemak, dan serat.

diet gampang gizi seimbang

Photo :
  • U-Report

"Karbohidratnya ada dari nasi, protein, sayur. Buah boleh ada boleh enggak karena khawatir jadi basi. Nasi bisa dikasih setelah pulang sekolah," jelasnya.

Raissa mengimbau agar orangtua dapat memberi sumber karbohidrat yang memberi kenyang taham lama seperti kentang atau jagung, dibandingkan nasi. Sumber karbohidrat itu lebih rendah kalori namun lebih mengenyangkan.

Sumber Protein Sehat

Untuk lauknya, dianjurkan sumber protein hewani seperti telur, daging, ayam, dan ikan.

Raissa mengatakan bahwa makanan olahan seperti sosis dan nugget diharapkan untuk diminimalisir karena mengandung tinggi garam, gula, lemak yang sebenarnya dapat berujung pada obesitas.

"Ultraproses food itu gula, garam, lemaknya tinggi. Ada peneltiian kalau ini dikonsumsi berlebihan picu penyakit lain, salah satunya kanker. Anak seneng-seneng aja makan nugget, enak tapi jangan setiap hari. Intinya makanan nggak ada yang terlalu sehat atau buruk, harus variatif dan seimbang," bebernya.

Pentingnya Makan Sayur

Sayur dan buah merupakan sumber serat yang sangat dibutuhkan tubuh anak di masa tumbuh kembang. Terlebih, tingginya vitamin di dalam sayur dan buah membantu anak menjaga sistem imunnya.

"Jangan lupa anak-anak tuh diajarin makan sayur sama buah karena anak sekarang tuh banyak banget yang enggak suka," katanya.

Ilustrasi makan sayur.

Photo :
  • U-Report

Sayangnya, banyak orangtua yang melupakan pentingnya mengenalkan berbagai jenis sayuran dan buah lantaran anak-anak enggan mengonsumsinya.

Padahal, mengajarkan sejak dini perlahan dapat membantu si kecil mengenal dan memahami peran sayur dan buah.

"Banyak datang pasien anak gemuk dan pas ditanya emang enggak suka makan sayur dan buah, orangtuanya membiarkan mereka makan yang mereka suka aja," katanya.

Pantau Jajanan

Gawai dan internet menjadi kesatuan yang sudah melekat pada generasi muda saat ini. Tak heran, anak kekinian banyak memilih makanan lewat aplikasi online yang membuatnya jadi bebas membeli sumber asupan tanpa pengawasan orangtua.

"Anak sekarang pintar, kecil-kecil sudah bisa order online. Menurut saya ini harus diawasi termasuk makanan-makanan yang dia konsumsi di luar rumah. Kalau setiap saat diberi akses untuk beli terus kan nantinya terserah anaknya, jadi, perlu diawasi," beber Raissa.

Bergerak Aktif

Dengan adanya gawai, Raissa tak menampik bahwa anak-anak menjadi jarang bergerak aktif dan males gerak (mager). Tak heran, ponsel yang terlalu lama dipakai menjadikan anak lupa waktu hingga malas bergerak. 

Faktanya, anak-anak membutuhkan olahraga selama 30-60 menit sehari dengan jenis yang sesuai hobinya. Orangtua pun bisa mengajak anak bermain sambil olahraga seperti sepeda hingga berenang.

"Bahkan bisa begadang loh. Mungkin dia jam 9 sudah masuk kamar, padahal dia di dalam kamarnya main HP terus, orangtua enggak tahu. Jadi, gadget pun harus dibatasi sih menurut saya," pungkas Raissa.