Studi: Alzheimer Ternyata Bisa Disembuhkan

Ilustrasi otak
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Selama ini memang belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan Alzheimer. Namun baru-baru ini, sebuah penelitian menatakan bahwa Alzheimer bisa disembuhkan. Sekelompok ilmuan dari UCLA dan Buck Institute for Research on Aging mengungkapkan, bahwa ingatan yang hilang dari penderita Alzheimer bisa dikembalikan.
 
Sebuah penelitian kecil yang melibatkan 10 penderita Alzheimer menunjukkan, peningkatan ingatan mereka dan terus mengalami peningkatan tiap bulannya. Hal ini adalah hasil kombinasi dari program therapeutic, yang meliputi stimulasi otak, perubahan diet, olahraga, dan ditunjang dengan vitamin serta mineral.

Seperti dilansir laman Yibada, penemuan ini dipublikasikan melalui jurnal online yang mengungkapkan, sembilan dari penderita pasien Alzheimer, memperlihatkan peningkatan fungsi kognitifnya dari tiga hingga enam bulan tes. Bahkan, kini mereka bisa kembali bekerja. Sedangkan pasien yang didiagnosa memiliki fase Alzheimer akut, tidak mampu mengalami peningkatan.
 
Kepala peneliti, Dr. Dale Bredesen berharap, penelitiannya bisa menjadi jalan keluar dari misteri panjang penyakit Alzheimer yang ditemukan lebih dari 100 tahun lalu. Tidak ada satupun perawatan atau obat yang ditemukan untuk mengobati dan memperlambat progres penyakit neurogical. Namun, Bredesen percaya, pendekatan yang kompleks sangat dibutuhkan untuk menangani penyakit ini.
 
“Obat Alzheimer yang telah ada berpengaruh pada satu target, tapi Alzheimer lebih kompleks,” kata Beredesn. “Bayangkan memiliki atap dengan 36 lubang di dalamnya, dan obat Anda hanya bisa untuk satu lubang. Obat ini mungkin bekerja, dan satu lubang in mungkin terobati, tapi Anda masih punya 35 lubang lainnya, dan proses yang mendasari mungkin tidak berpengaruh banyak.
 
Alzheimer adalah suatu bentuk dementia yang mempengaruhi perilaku, pikiran, dan ingatan seseorang. Gejala secara bertahap kemajuan dari waktu ke waktu dan sering mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari.
 
Untuk Amerika saja, setidaknya lima juta orang menderita Alzheimer. Selain itu, Alzheimer merupakan peringkat keenam sebagai penyumbang kematian di Amerika. Pada 2016 saja, penyakit ini diprediksi telah menyumbang kerugian sebesar US$236 juta terhadap negara Paman Sam tersebut.

Penemuan ini sangat baik untuk semua. Namun, Bredesen juga mengungkapkan bahwa hasil ini harus diikuti dengan penelitian lain yang lebih lanjut.