Studi: Orang Tua dengan Bayi Prematur Lebih Depresi

Ibu dan anak.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Ibu yang melahirkan secara prematur ternyata lebih memiliki tingkat depresi yang tinggi. Belum lama ini, peneliti dari Australia mengatakan bahwa mereka telah mengingatkan bahwa orang tua dari bayi prematur lebih cenderung mengalami depresi dan tingkat kekhawatiran yang tinggi.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Murdoch Children's Research Institute yang mengatakan bahwa orang tua dari setiap bayi yang lahir prematur memiliki tujuh kali kemungkinan menghadapi depresi.

Lebih lanjut penelitian ini juga mengaitkan, 40 persen dari ibu dan 36 persen ayah mengalami depresi pada minggu-minggu awal kelahiran bayi prematur tersebut. Hal ini juga dibandingkan dengan tingkat depresi orang tua yang memiliki bayi yang lahir selama 37 minggu atau normal yang hanya memiliki tingkat depresi 5 hingga 6 persen. Tingkat kecemasan orang tua dengan bayi prematur juga menunjukkan berada di atas rata rata

“Dalam minggu setelah melahirkan, kami menemukan gejala klinis yang cukup tinggi yang secara signifikan menunjukkan gejala depresi dan kecemasan baik yang dialami ibu dan juga ayah bayi,” kata Dr Carmen Pace, seorang yang meneliti hal ini.

Seperti dilansir oleh ABC, penelitian yang dilakukan oleh tim Dr Pace telah dilakukan kepada sebanyak 200 ibu dan juga ayah dari bayi yang lahir secara prematur dalam 30 minggu, di rumah sakit Royal Women's Hospita di Melbourne. Dr Pace juga menyebutkan bahwa gelombang pertama penelitian ini termasuk pada analisis secara mendetail kepada Ibu dan juga ayah dengan bayi prematur di Australia.

"Kami tidak pernah benar benar mengatur untuk membandingkan antara ayah dan ibu dalam penelitian ini, tapi hal itu muncul dengan sendirinya bahwa mereka memiliki kesamaan tingkat kecenderungan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa orangtua seringkali merasa sedih dan merasa bimbang setelah kelahiran bayi prematur. Penelitian ini juga menunjukkan, bahwa satu dari lima orang tua masih menderita dan mengalami kecemasan serta depresi selama enam bulan setelah kelahiran bayi prematur.