Benarkah Orang Berkacamata Lebih Cerdas?

Ilustrasi pria.
Sumber :
  • Pixabay/Startupstockphoto

VIVA.co.id – Ada anggapan bahwa orang-orang yang berkacamata adalah orang-orang yang pintar atau cerdas. Tapi, benarkah ada hubungan antara berkacamata dengan kepintaran?

Menurut laman Boldsky, penjelasan kenapa orang berkacamata dianggap pintar adalah orang-orang yang gemar belajar lebih rentan terkena miopia atau rabun dekat. Hal ini karena mereka menghabiskan banyak waktu untuk membaca.

Namun, alasan tersebut tidak dibenarkan oleh para ilmuwan karena menurut sejumlah ilmuwan eksplorasi visual terhadap lingkungan sekitar sejak lahir adalah alasan sebenarnya adanya keterkaitan antara kecerdasan dengan miopia.

Ada pula pemikiran lain yang mengatakan bahwa kerusakan di lobus oksipital otak yang bertanggung jawab memproses informasi yang dikumpulkan oleh mata kita, lebih dari yang dapat diimbangi oleh lobus frontal otak, yakni bagian yang bertanggung jawab pada pemikiran tinggi. Inilah yang memunculkan korelasi itu.

Karena orang dengan miopia tidak terlalu menghiraukan hal-hal di dekatnya, jadi dia terlihat tidak mudah teralihkan dan dapat memiliki konsentrasi yang lebih baik pada apa yang sedang dikerjakan.

Seorang yang memiliki miopia juga dikatakan memiliki kemampuan lebih baik dalam menciptakan sesuatu dari sisi berbeda, karena otak mereka bergantung pada ingatan daripada apa yang dilihat sebenarnya, semua itu dikarenakan keterbatasan penglihatan mereka.

Disimpulkan juga kalau orang dengan miopia cenderung kurang berani mengambil risiko dan bekerja lebih keras dalam mencapai kesuksesan. Hal ini mungkin karena mereka menyadari keterbatasan melihat jarak jauh dan bekerja lebih keras lagi untuk mengatasi itu.

Karena tidak ada bukti kuat, maka korelasi antara miopia dengan tingkat kecerdasan masih menjadi perdebatan. Opini muncul dari kenyataan bahwa dalam beberapa abad terakhir, terlihat bahwa timbulnya miopia pada orang memiliki keterkaitan langsung dengan meningkatknya tingkat kecerdasan.

Namun, faktor lain seperti tingkat pendidikan, etnis, genetik, dan lingkungan juga perlu dipertimbangkan dalam perdebatan panjang ini. Sebagian besar penelitian memberikan indikasi bahwa miopia dan kecerdasan memiliki keterkaitan, namun masih banyak yang harus diteliti dari hal ini.