Malas Olahraga Picu Kematian Dini

Ilustrasi Pelari
Sumber :
  • Pixabay/ Hans

VIVA.co.id – Dua peneliti Australia, telah mengumpulkan data dari berbagai studi sebelumnya. Data tersebut menunjukkan informasi bahwa kurangnya olahraga meningkatkan risiko penyakit Alzheimer sebesar 13 persen. Bahkan, sudah cukup lama pula diketahui, kurang olahraga dapat membunuh Anda.

Risiko berbahaya lainnya juga bisa terjadi termasuk  stroke, diabetes tipe dua, dan serangan jantung. Para ahli percaya, menjadi orang yang tidak aktif dan malas adalah pembunuh kedua setelah merokok sebagai prediktor kematian dini. Tanpa berolahraga, tubuh akan mudah mengalami tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi.

Karena alasan inilah, dua peneliti Australia telah menyusun berbagai studi sebelumnya untuk menyoroti risiko yang tepat dari bahaya tidak berolahraga.

Dilansir laman Daily Mail, belakangan banyak orang lebih memilih untuk menonton serial favorit di saluran TV kabel ketimbang jogging. Hal ini pun diyakini para peneliti bisa meningkatkan risiko mengembangkan penyakit Alzheimer sebesar 13 persen.

Sementara itu, kemungkinan mengalami stroke (37 persen), diabetes tipe dua (70 persen), dan serangan jantung (82 persen).

"Dan, jangan lupa, tidak berolahraga juga bisa mengalami peningkatan risiko paru-paru, payudara, liver, lambung, kandung kemih dan kanker pankreas," kata Profesor Tim Olds dan Dr Carol Maher dari University of South Australia.

Tapi bukan hanya tidak berdampak pada kesehatan fisik, penelitian sebelumnya telah menemukan orang dewasa yang tidak berolahraga, 150 persen lebih mungkin mengalami depresi.

Hal ini menyebabkan kesempatan 54 persen lebih tinggi orang dewasa melakukan percobaan bunuh diri, menurut sebuah studi sebelumnya. (asp)