Kenali Bahaya Kekurangan dan Kelebihan Garam

Ilustrasi Garam
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Konsumsi garam berlebih diketahui dapat menyebabkan masalah kesehatan. Salah satu yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi garam berlebih adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Ahli gizi, dr. Inge Permadhi, MS., Sp.GK., mengungkapkan kebutuhan normal garam setiap hari bagi seorang manusia adalah tujuh gram atau sama dengan satu sendok teh. Tapi, pada kenyataannya, sebagian besar masyarakat mengonsumsi garam lebih dari asupan yang dibutuhkan.

"Jumlahnya jadi berlipat. Garam itu sifatnya mengikat air, itulah kenapa kalau makan garam banyak jadi merasa haus. Kalau ginjalnya masih bagus, dia akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urin. Itu adalah kompensasi tubuh," kata dokter Inge kepada VIVA.co.id, Rabu 4 Januari 2017.

Tapi, jika konsumsi garam terus-menerus tinggi, tubuh akan terbiasa pada asupan garam yang tinggi sehingga mengakibatkan masalah pada ginjal. Kemampuan ginjal untuk mengatur garam, membuat kadarnya normal dalam tubuh melalui pengeluaran atau ditahan, akibatnya timbullah hipertensi.

Meski begitu, kekurangan asupan garam pun tidak baik juga bagi tubuh. Menurut dr. Inge, kekurangan garam dapat menyebabkan tubuh lemas. Dengan tidak ada garam, selera makan seseorang akan menurun.

"Orang-orang yang tidak makan garam akan lebih lemas. Garam itu mineral penting yang memompa sel. Di dalamnya itu ada natrium dan kalium yang mengatur elektrolit masuk dan keluar dalam sel, jadi memang garam dibutuhkan," kata Inge.

(ren)