Menyusui Anak Selama 2 Tahun Turunkan Risiko Kanker Payudara

Ilustrasi ibu-ibu menyusui.
Sumber :
  • REUTERS/Christinne Muschi

VIVA.co.id – Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia merupakan yang paling tinggi dibandingkan jenis kanker lainnya. Menurut data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012 diketahui bahwa kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru (setelah dikontrol oleh usia) tertinggi, yaitu sebesar 43,3 persen.

Sedangkan persentase kematian (setelah dikontrol oleh usia) akibat kanker payudara sebesar 12, persen.

Hal ini diperkuat oleh data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 sebanyak 922 ribu wanita di dunia meninggal karena kanker payudara. Bahkan angka tersebut diprediksi akan meningkat tujuh kali lipat di tahun 2030.

Ditemui di kawasan Sudirman, Prof Dr.dr Aru Wicaksono Sudoyono, Sp.PD, KHOM,FINASIM, FACP, Ketua umum Yasasan Kanker Indonesia (YKI) mengatakan, tingginya angka kanker payudara tersebut bisa dicegah dengan cara melakukan deteksi dini. Salah satunya ialah dengan mengetahui faktor risikonya.

Saat menjelaskan faktor risiko penyebab kanker, Aru menyebut bahwa wanita yang menyusui selama kurang lebih dua tahun, lebih mungkin untuk terhindar dari kanker payudara.

"Mereka yang menyusui itu keseimbangan hormonnya itu bisa melambatkan dan menurunkan sel kanker," kata Aru di Jakarta Pusat, Minggu 26 Januari 2017.

Dia menjelaskan bahwa kanker sendiri tumbuh dari sel-sel yang sebelunnya telah ada di dalam tubuh, salah satunya di payudara. Dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anak selama dua tahun atau ASI eksklusif, hal ini bisa menurunkan risiko kanker payudara.

“Kalau kita kacaukan, dia akan tumbuh semaunya. Jadi kalau dirangsang dan hormonnya seimbang, itu bisa mencegah terjadinya kanker," lanjut Aru. (ren)