Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Olahraga

Olahraga lari.
Sumber :
  • Pixabay/skeeze

VIVA.co.id – Hipertensi merupakan silent killer yang memicu berbagai penyakit berbahaya. Sayangnya, masih sedikit masyarakat yang mengetahui pentingnya mengontrol tekanan darah karena hipertensi timbul tanpa gejala.

Selain melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah, gaya hidup yang sehat juga berpengaruh besar dalam menjaga tekanan darah tetap normal. Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga teratur.

Untuk menjaga tekanan darah tetap baik dan mencegah hipertensi, dr. Siska Suridanda Danny, SpJP menyarankan, olahraga cardiac atau kardio seperti berjalan, bersepeda, atau berenang yang dikombinasikan dengan olahraga endurance atau beban dengan level intensitas yang sedang.

"Harus dengan intensitas sedang, karena kalau beban yang tinggi, otot jantung akan menebal dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Itu kenapa kita sering mendengar atlet meninggal, karena serangan jantung mendadak," kata Siska kepada VIVA.co.id di Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

Jadi, untuk pencegahan, sebaiknya olahraga yang dikombinasikan. Namun, jika sudah mengalami hipertensi, disarankan untuk melakukan olahraga kardio saja, seperti jalan kaki, sepeda, atau berenang.

Siska menambahkan, olahraga yang dilakukan sebaiknya minimal selama 150 menit dalam seminggu. Waktu ini bisa dibagi sesuai dengan pola masing-masing orang.

"Biasanya kita sarankan minimal tiga kali seminggu dengan 50 menit dalam setiap sesi olahraganya," ujar Siska.

Misalnya, pemanasan bisa dilakukan selama 10-15 menit, kemudian olahraga inti selama 25 menit, lalu diakhiri dengan pendinginan selama 10-15 menit. Sehingga, olahraga ini bisa mencapai efektivitas yang diinginkan supaya pembuluh darah lentur dan tekanan darah terkontrol. (ren)