Pemanis Buatan Tak Sesehat yang Selama Ini Anda Kira

Ilustrasi pemanis buatan.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Jika berpikir bahwa pemanis buatan lebih aman daripada gula, sebaiknya pikir dua kali. Karena menurut sebuah studi, konsumsi pemanis buatan dikaitkan dengan kenaikan berat badan jangka panjang dan peningkatan risiko obesitas. 

Pemanis buatan adalah pengganti gula yang memberikan rasa manis seperti gula yang kandungan energinya lebih sedikit.

Nah, studi menunjukkan, bahwa pemanis buatan atau pemanis non-nutrisi mungkin memiliki efek negatif pada metabolisme, bakteri di usus dan nafsu makan.

Dengan demikian, individu yang mengkonsumsi pemanis buatan, seperti aspartame, sucralose dan stevia, mungkin juga berisiko terkena tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Demikain menurut para peneliti dari Universitas Manitoba di Kanada, seperti dilansir dari laman Indian Express, Selasa, 18 Juli 2017.

Menurut peneliti, penggunaan pemanis buatan yang meluas dan meningkat dikaitkan dengan epidemi obesitas saat ini dan penyakit terkait.

Untuk studi yang dipublikasikan di CMAJ (Canadian Medical Association Journal) itu, tim peneliti melakukan uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 1.003 orang yang mengikuti studi rata-rata selama enam bulan.

Percobaan tidak menunjukkan efek yang konsisten dari pemanis buatan pada penurunan berat badan, dan penelitian observasional yang lebih lama menunjukkan hubungan antara konsumsi pemanis buatan dan risiko kenaikan berat badan dan obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya yang lebih tinggi.

"Kami menemukan bahwa data dari uji klinis tidak secara jelas mendukung manfaat yang diharapkan dari pemanis buatan untuk pengelolaan berat badan," kata Ryan Zarychanski, asisten profesor di Universitas Manitoba. (mus)