Cara Membedakan Sariawan Biasa atau Gejala Kanker Lidah

Ilustrasi lidah.
Sumber :
  • Pixabay/1045373

VIVA.co.id – Sebuah kisah memilukan beredar di media sosial. Seorang istri menceritakan duka yang dialaminya setelah suaminya meninggal dunia akibat kanker lidah.

Rezy Selvia Dewi dalam akun facebooknya menceritakan pengalaman merawat suaminya yang terkena kanker lindah. Awalnya hanya gejala ringan seperti sariawan, namun lama-kelamaan rasa sakit itu menjalar hingga ke kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis suaminya terkena kanker lidah dan sudah memasuki stadium 4.

Gejala kanker lidah memang terkesan ringan. Salah satunya sariawan yang tak kunjung sembuh. Namun bagaimana membedakan sariawan yang dialami merupakan gejala kanker lidah atau bukan, berikut ini ciri-ciri sariawan yang menjadi gejala kanker lidah. Seperti dilansir dari laman Web MD.

Sariawan merupakan salah satu penyakit mulut atau lidah yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jamur ini memang ada di dalam mulut dalam jumlah yang sedikit.  

Namun jika terdapat faktor pemicu seperti kebersihan mulut yang kurang terjaga, sistem kekebalan tubuh yang menurun, efek samping obat-obatan tertentu, pemakaian gigi palsu yang tidak terjaga kebersihannya, kekurangan gizi seperti vitamin B dan zat besi, penderita diabetes, dan merokok dapat menyebabkan jamur ini tumbuh secara tidak terkendali dan menyebabkan sariawan.

Sedangkan kanker lidah dapat berkembang dari lidah bagian depan sampai bagian pangkal lidah dekat dengan tenggorokan. Pada umumnya kanker lidah memiliki gejala yang sama dengan sariawan biasa. 

Namun perbedaannya adalah, sariawan yang muncul terlihat lebih banyak dan berkelompok menjadi bercak seperti bunga kol. Permukaan lidah yang ditumbuhi sariawan juga tidak lunak, permukaanya keras dan jika sudah parah biasanya tumbuh benjolan di sekitar sariawan. Umumnya sariawan ini akan berlangsung berminggu-minggu.

Gejala lain yang ditimbulkan kanker lidah adalah sakit tenggorokan yang terus menerus, sehingga menyebabkan perubahan suara pada pasien. Terdapat bercak berwarna merah atau putih, sakit saat menelan, perdarahan tanpa sebab yang jelas pada lidah.

Gejala lain juga terkadang terjadi pada gigi. Beberapa kasus terjadi, gigi pasien copot dengan mudah. 

Selain itu, rasa kebas dan kaku dalam mulut yang tidak menghilang, sehingga menyebabkan lidah tidak bisa digerakkan ke kiri dan ke kanan. Rasa sakit pada telinga juga terjadi, bahkan bisa menjalar hingga ke kepala.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, dan berlangsung hingga lebih dari 3 minggu. Sebaiknya segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan secara langsung. Tujuannya untuk mengetahui apakah benjolan pada lidah merupakan suatu bentuk keganasan atau tidak, perlu dilakukan biopsi jaringan, dan pemeriksaan lebih lanjut.  (mus)