Peneliti Indonesia Temukan Telur Itik Tinggi Antioksidan

Ilustrasi telur mentah.
Sumber :
  • pixabay/skeeze

VIVA.co.id – Omega 3 dan antioksidan adalah dua hal yang sangat dibutuhkan tubuh. Selain untuk pertumbuhan, kedua senyawa tersebut dibutuhkan sebagai tameng terhadap penyakit berbahaya seperti kanker.

Konsumsi omega 3 bisa didapatkan dengan konsumsi telur, sedangkan antioksidan banyak terdapat pada sayuran hijau.

Baru-baru ini, peneliti Indonesia berhasil memproduksi bahan makanan yang sekaligus mengandung kedua senyawa tersebut. Siapa sangka Omega 3 dan antioksidan bisa didapatkan sekaligus dalam sebutir telur itik.

Tiga peneliti Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB), Sumiati, Widya Hermana dan Arif Darmawan melakukan sebuah penelitian terhadap telur itik.

Mereka berhasil menambah nutrisi telur itik, jauh berbeda dengan telur itik pada umumnya.

Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi efektivitas penggunaan tepung dari daun Indigofera sp yang sering digunakan untuk pakan ternak, lalu tepung daun singkong dan minyak ikan lemuru. Ketiga bahan baku tersebut digunakan sebagai pakan itik.

Menurut Sumiati salah satu peneliti mengungkapkan bahwa tepung daun Indigofera sp dapat menggantikan bungkil kedelai sebagai sumber protein yang selama ini digunakan sebagai ransum pada itik petelur, sehingga ketika impor bungkil kedelai berkurang maka ransum itik bisa dibeli lebih murah.

“Minyak ikan lemuru yang merupakan limbah dari proses pengalengan maupun penepungan ikan lemuru juga dapat digunakan untuk menurunkan kandungan kolesterol telur dan meningkatkan kandungan Omega 3 secara signifikan,” ungkap Guru Besar Fakultas Peternakan ini dalam rilis yang diterima VIVA.co.id, Rabu, 16 Agustus 2017.

Karenanya, pemberian pakan ternak dengan tiga komponen tersebut bisa menghasilkan antioksidan dan asam lemak omega 3, namun tidak memengaruhi performa itik petelur.

Dalam percobaannya peneliti ini menggunakan 180 ekor itik. Hasil percobaan tersebut menunjukkan bahwa penambahan tepung daun singkong dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

Selain itu, tepung daun singkong diketahui mampu menurunkan asam lemak jenuh dan meningkatkan kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6 dengan rasio seimbang. Sementara itu, minyak ikan dan tepung daun Indigofera menghasilkan performa dan kualitas kimia telur itik lebih baik.

Telur produk hewani yang mengandung protein tinggi. Harganya pun relatif terjangkau dan ketersediaannya melimpah di Indonesia. Dewasa ini perlu dilakukan peningkatan kualitas nutrisi telur. Desain telur tinggi antioksidan dan asam lemak omega 3 sudah menjadi keharusan.