Pria juga Alami Menopause, Apa Tanda-tandanya?

Ilustrasi pria.
Sumber :
  • pixabay/pexels

VIVA – Jika wanita mengalami menopause yang ditandai dengan berhentinya menstruasi selama satu tahun, pria juga bisa mengalami hal yang serupa. Menopause pada pria disebut dengan andropause.

Pakar andrologi dr. Nugroho Setiawan, SpAnd mengatakan, berbeda dengan menopause di mana terjadi kemunduran hormon estrogen yang drastis, andropause pada pria terjadi dalam waktu berkala.

"Kalau pria pelan-pelan, jadi seperti merasa tidak terjadi apa-apa," ujar Nugroho saat ditemui VIVA.co.id belum lama ini.

Namun demikian, cepat atau lambatnya proses andropause terjadi sangat tergantung pada gaya hidup seorang pria. Umumnya, pria di atas 30 tahun akan mengalami kemunduran ini, tapi dengan gaya hidup bisa memengaruhi kemunduruan yang terjadi di bawah usia 30 tahun.

Karenanya, pria perlu menjaga gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, olahraga teratur, istirahat cukup, makanan bergizi seimbang, dan jauhi stres.

Tidak sama dengan menopause pada wanita yang tandanya bisa jelas dikenali, pada pria andropause bisa samar dirasakan. Meski demikian, Nugroho mengatakan, ada kuisioner yang dinamakan Adam Questionnaire yang bisa dijadikan alat ukur andropause pada pria.

"Jika jawaban dari tiga pertanyaan 'ya', harus waspada itu andropause," kata Nugroho.

Salah satu pertanyaannya adalaha apakah gairah seksual menurun dalam waktu terakhir, kemudian apakah tingkat ereksi menurun. Tingkat ereksi, kata Nugroho, ada empat tingkatan, jika skornya di bawah tiga itu sudah curiga andropause.

"Selain itu, tiga tanda lainnya adalah kalau makan kenyang mengantuk, olahraga yang biasanya dua setengah set, sekarang setengah set saja sudah lelah, konsentrasi berkurang," lanjut Nugroho.