Lima Fakta Tersembunyi tentang Spons Pencuci Piring

Ilustrasi spons cuci piring.
Sumber :
  • Pixabay/Jarmoluk

VIVA.co.id – Spons atau busa pembersih ialah salah satu alat yang semestinya ada di dapur atau di tempat cuci piring. Tapi, sayangnya tidak banyak yang memperhatikan atau mengetahui cara merawat spons agar tahan lama dan efektif saat digunakan untuk mencuci piring.

Seringkali spons hanya dipakai untuk menyeka tumpahan atau mengelap panci usai memasak. Nah, jika Anda tidak memperhatikan beberapa detail tentang spons, maka banyak bakteri yang akan menumpuk pada permukaannya.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan spons, seperti dilansir dari laman The Kitchn.

Bahan

Perlu diketahui bahwa selulosa yang terbuat dari serat kayu adalah salah satu bahan pembuat spons.

“Spons dari selulosa bekerja dengan baik pada piring dan countertops dapur, untuk membersihkan percikan masakan sehari-hari. Spons tersebut juga sangat murah dan menyerap cairan dengan baik," ujar Nancy Bock, wakil presiden senior dari lembaga pendidikan konsumen di Amerika Cleaning Institute .

Sedangkan spons yang terbuat dari bahan nilon dapat digunakan untuk mencuci panci atau wajan anti lengket. 

"Anda harus selalu membaca kemasan untuk menentukan apa spons yang tepat dan dapat digunakan untuk benda yang akan Anda bersihkan," kata Bock

Perhatikan warna

Warna-warna cerah ternyata tidak hanya sekadar untuk menarik perhatian para pembeli. Warna tersebut juga sebagai kode untuk keselamatan

"Kami sarankan Anda memilih warna dari spons sesuai dengan kegunaannya. Sebagai contoh, spons merah muda untuk pembersih kamar mandi, spons biru untuk dapur, spons hijau untuk membersihkan piring,” ucap Bock.

Dengan cara ini, Anda tida akan menyebarkan bakteri dari satu permukaan ke permukaan yang lain, meskipun Bock juga menyarankan menggunakan handuk kertas sekali pakai atau tisu desinfektan untuk membersihkan kotoran yang tersisa pada daging mentah.

Menggunakannya terlalu lama

"Anda harus mengganti spons Anda setiap beberapa minggu, tergantung pada tingkat aktivitas di dapur dan seberapa sering mereka dibersihkan," kata Bock.

Rutin dibersihkan

Anda dapat memperpanjang umur spons sedikit lebih lama dengan hati-hati. Pertama, pastikan untuk membilas setiap kotoran makanan, peras mereka dengan baik, dan simpan dalam keranjang atau nampan berlubang di mana mereka akan mendapatkan banyak udara untuk kering dengan cepat. Semakin lama mereka basah, semakin besar kemungkinan bakteri bisa tumbuh.

Anda harus berhati-hati dengan trik microwave

Banyak yang mengatakan bahwa memanaskan spons di dalam microwave dapat mematikan kuman dan bakteri yang menempel. Panas yang dihasilkan selama dua menit dapat membunuh 99 persen mikroba pada spons.

Namun, Anda harus hati-hati karena ada kemungkinan timbulnya api jika spons terlalu lama dipanaskan di dalam microwave.