Menikmati Sajian Tradisional Peru, Bagaimana Rasanya?

Ceviche.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rintan Puspitasari

VIVA.co.id – Saat mendengar kata Peru, satu hal yang pasti langsung terlintas adalah Machu Picchu, salah satu dari tujuh keajaiban dunia, yang terletak di negara yang kaya dalam budaya antropologi ini. Tak hanya tentang peninggalan dari Kerajaan Inca, kuliner di Peru juga terkenal di seluruh dunia.

Kini, untuk Anda yang penasaran mencicip seperti apa makanan Peru, atau mungkin buat mereka yang rindu dan kebingungan mencari di mana bisa merasakan hidangan khas Peru di Jakarta, salah satu hotel berbintang di kawasan elite Mega Kuningan mendatangkan juru masak dari Peru, Chef Eduardo. Ia datang untuk membawa rasa otentik dalam setiap hidangan yang disajikan.

“Kami mendatangkan masakan Peru ke Jakarta sebagai bagian dari upaya untuk mengikuti tren, dan juga membawa pengalaman segar serta baru untuk para pelanggan kami. Peru juga mengalami kenaikan popularitas dan sedang menjadi tren di seluruh dunia,” kata manajer hotel JW Marriott Jakarta, Vikas Malik yang ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 3 April 2017.

Ia mengatakan, hidangan Peru merupakan campuran dari aneka ragam budaya yang berbeda dan terbuat dari berbagai bahan-bahan yang luar biasa.

Selama festival, Eduardo menghadirkan beberapa menu khas dari negaranya, salah satunya adalah ceviche yang merupakan makanan tradisional Peru. Bahan utama makanan ini adalah ikan segar, kemudian ditambah bumbu-bumbu seperti bawang merah, cabai merah, dan daun ketumbar.

"Memang dalam masakan khas ini yang utama bahan dasarnya adalah ikan. Ikan ini yang harus kami cari dalam kondisi segar, sehingga membuat masakannya juga bisa memberikan rasa dari lauk itu," kata Eduardo pada kesempatan yang sama.

Meski ikan disajikan dalam keadaan mentah, dan hanya diaduk dalam piring, jangan salah bila nanti ketagihan setelah mencicipinya. Piring saji serta perlengkapan lain yang dijaga agar tetap dingin, seolah menjadi alasan kenapa makanan ini tetap segar hingga disajikan di hadapan tamu.

"Bagi saya, ikan bahan utama dari masakan ini, sehingga harus selalu dijaga dalam kondisi terbaik, yaitu dingin, dan mangkuk piring yang digunakan dalam kondisi dingin," dia menjelaskan.

Olive Octopus (VIVA.co.id/Rintan Puspitasari)

Lomo saltado (VIVA.co.id/Rintan Puspitasari)

Selain mencicip kelezatan makanan tradisional Peru tersebut, Eduardo juga membawa beberapa hidangan khas Peru lainnya ke hadapan pelanggan. Seperti hidangan makanan pembuka khas Peru, cholclo con queso, vainas salteadas, kentang coctel, satai ayam, dan satai hati sapi.

Satai hati sapi khas Peru dibuat dari hati sapi yang direndam dengan bumbu rempah dan cabai. Ini merupakan salah salah satu jajanan yang paling digemari orang Peru sebagai camilan di malam hari.

Sebagai hidangan utama, ada lomo saltado, speguetty huancaina, seco norteno, dan aji de gallina. Bagi kebanyakan orang Peru, aji de gallina yang paling lezat adalah yang dibuat oleh nenek mereka. Karena itu, makanan ini sering disebut sebagai Grandma’s specialties.

Sebagai penutup yang manis dari perjalanan kuliner Peru, suspiro de Limena adalah hidangan pencuci mulut yang layak dicoba. Membawa nama kota Lima, ‘suspiro de Limena’ awalnya berarti ‘sigh of a Lima’, kombinasi dari dulce de leche atau karamel dan meringue yang lembut.

Sailendra Restaurant
JW Marriott Hotel
Mega Kuningan, Jakarta Selatan
Harga: Rp388.000++ per orang
Buka: 18.00-22.00 WIB
Periode Festival Hidangan Peru hingga 20 April 2017