Saran Dokter Jika Anak Terlanjur Nonton Joker

Final Trailer Joker
Sumber :
  • Youtube Warner Bros

VIVA – Film Joker ditandai sebagai tontonan khusus orang dewasa dan dilarang bagi kelompok anak-anak. Bukan tanpa sebab, nuansa 'dark' dan adegan kekerasan yang dimunculkan di dalamnya bisa berbahaya untuk usia anak.

Adegan di film Joker didominasi oleh kekerasan yang tak biasa. Tak seperti film pahlawan super yang menggunakan aksi heroik untuk memberantas penjahat, Joker digambarkan menjadi sosok tertindas yang akhirnya meluapkan kemarahan dengan aksi kekerasan.

"Anak-anak masih enggak punya filter saat menonton, jadi dia melihat dan akan berpikir 'Oh kalau kesal boleh tembak orang'. Jadi anak kecil jangan sampai nonton itu," ujar Spesialis Kesehatan Jiwa, dr. Heriani, SpKJ(K), dalam temu media di IMERI FKUI, Jakarta, Rabu 9 Oktober 2019.

Jika anak terlanjur menontonnya, dokter Heriani mengatakan perlu peran orangtua dalam memberikan edukasi. Beri pemahaman pada anak mengenai sikap empati pada sesama.

"Ini pelajaran agar untuk mendengar lebih baik. Moral story coba kasih telinga dan hati kita untuk yang enggak punya siapa-siapa. Kalau ada orang seperti Joker, jangan dipermalukan," kata dia lagi.

Dengan memberi penjelasan untuk lebih berempati, diharapkan anak bisa menjadi pribadi yang menghargai setiap orang tanpa melihat perbedaan. Selain itu, orangtua juga harus menjadi panutan bagi anak.

"Orangtua juga harus jadi role model yang baik jangan ngomong seperti 'kamu gimana sih gitu aja enggak bisa', jangan merendahkan anak," terangnya.