Orangtua Perlu Cegah Stunting pada Anak dengan Cara Ini

Ilustrasi anak kecil.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak, sehingga menyebabkan fisiknya lebih pendek dibandingkan teman-teman sebayanya.

Salah satu tanda anak mengalami stunting adalah adanya masalah pada pertumbuhannya. Seperti dikatakan Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Dr. Entos Zainal S.P.MPHM.

"Salah satu tanda dari stunting pada anak adalah masalah pada pertumbuhan anak, seperti tubuhnya lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Kondisi ini disebabkan, karena kurangnya asupan gizi yang baik pada anak sejak masih di dalam kandungan," kata Entos, saat ditemui VIVA dalam acara Mari Lawan Stunting Bersama, di Jakarta, Rabu 27 Desember 2017.

Selanjutnya, Entos mengatakan, gejala stunting dapat diketahui jika para orangtua memantau pertumbuhan, serta perkembangan anak sejak ia lahir. Beberapa gejala lainnya adalah berat badan anak yang tidak naik, bahkan cenderung menurun, tumbuh kembang terhambat, seperti pada anak perempuan mengalami terlambatnya menstruasi pertama, dan lainnya.

"Cara termudah untuk memantau perkembangan tubuh anak adalah dengan selalu memantau tumbuh kembang anak. Rutin melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan terdekat seperti Posyandu, atau Puskesmas. Jika ditemukan pertumbuhan yang janggal pada anak berumur di bawah dua tahun sebaiknya segera melalukan pemeriksaan ke dokter ahli," ucapnya

Entos juga mengatakan, salah satu langkah pencegahan stunting ini adalah dengan pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. Memberikan ASI eksklusif sampai umur enam bulan, dan setelah enam bulan diberikan makanan pendamping ASI yang cukup jumlah dan kualitasnya. Selain itu, terus memantau pertumbuhan balita di Posyandu, dan meningkatkan akses terhadap lingkungan yang bersih, dengan menjaga kebersihan air dan sanitasi.