Alternatif Wisata Murah: Petik Jeruk di Kota Batu

Beraneka varietas jeruk yang ada di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur.
Sumber :
  • Lucky Aditya (Malang).

VIVA.co.id - Kota Batu, yang terletak di sebelah barat Kota Malang, sering kali disebut kota wisata. Setiap akhir pekan atau musim liburan, Kota Batu selalu dibanjiri wisatawan yang menikmati waktu liburan bersama keluarga atau teman-teman.

Beragam wahana wisata, mulai dari wisata alam, wisata buatan, hingga agrowisata, menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Apel, sebutan lain Kota Batu.

Jika biasanya Kota Batu identik dengan petik apel di sektor agrowisatanya, kali ini wisatawan bisa menikmati wisata baru yaitu, petik jeruk.

Lokasi wisata petik jeruk berada di Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika (Balitjestro), di Jalan Raya Tlekung, Kecamatan Junrejo. Hawa dingin dengan nuansa perkebunan tentu menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.

Kepala Balitjestro Joko Susilo Utomo mengatakan, tempat ini bisa dimanfaatkan wisatawan, mahasiswa maupun petani untuk menimba ilmu tentang jeruk dan buah subtropika lainnya secara gratis.

Ditempat ini, selain jeruk, mereka juga mengembangkan penelitian stroberi, kelengkeng, anggur dan apel.

"Balai tidak hanya dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, tapi juga terbuka bagi wisatawan. Kunjungan ke sini gratis, tidak dikenakan biaya," ujar Joko, Jumat, 5 Agustus 2016.

Namun, bagi wisatawan yang ingin menikmati petik jeruk langsung dari pohonnya, cukup membayar biaya tiket Rp25 ribu. Harga yang terjangkau dianggap sebanding dengan kepuasan menikmati jeruk di kebun.

"Makan sepuasnya di kebun boleh, membawa buah jeruk untuk pulang juga boleh. Tapi, maksimal dua kilogram jeruk," kata Joko.

Salah satu wisatawan petik jeruk, Bela Rathdiktaningrum, merasa senang ada alternatif berlibur. Baginya, memetik langsung jeruk dan melihat budidaya jeruk merupakan pengalaman berarti

"Harganya di Balitjestro sangat murah. Kita bayar, tapi kita menikmati langsung jeruk dari pohon. Tempat wisata di Kota Batu yang unik, rata-rata tiket masuknya Rp100 ribu," ungkapnya.

Di Balai penelitian ini, terdapat lebih dari 242 varietas jeruk, baik jeruk dalam negeri maupun jeruk mancanegara. Bahkan, sebagian varietas jeruk sudah dilepas ke pasaran.