Uniknya Hostel Kereta di Negeri Sakura

Hostel kereta.
Sumber :
  • Facebook Train Hostel

VIVA.co.id – Orang Jepang tampaknya sangat gemar melakukan inovasi. Tidak hanya di bidang teknologi, tapi juga di sektor pariwisata. Untuk memberi pengalaman baru yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Negeri Sakura, kini hadir penginapan unik yakni hotel kereta.

Namanya Train Hostel Hokutosei, bangunan bekas asrama biasa yang disulap hingga memiliki interior seperti di dalam kereta, membuat tamu merasa seolah mereka menghabiskan malam di sebuah kereta Jepang.

Untuk membuat semua terasa lebih nyata, hostel ini bahkan juga menggunakan barang-barang asli dari kereta, mulai dari kasur, kursi, serta perabotan kereta Hokutosei lainnya. Kereta bekas ini dulunya beroperasi dari Stasiun Ueno, Tokyo dan Stasiun Sapporo, Hokkaido.

Kereta itu sendiri sebenarnya sudah tidak melayani penumpang sejak tahun 2015, setelah beroperasi selama hampir 27 tahun.

Untuk menciptakan atmosfer kereta yang riil, hostel kereta ini menggunakan deretan perabotan asli dari kereta Hokutosei.

Dilansir dari laman Rocketnews24, tamu bisa langsung merasakan suasana di dalam kereta sejak pertama kali kaki mereka menginjakkan pintu hostel.

Saat tiba, tamu akan disambut dengan papan penunjuk arah layaknya di stasiun kereta pada umumnya di bagian resepsionis. Pada papan tersebut juga tertera jam operasional resepsionis.

Tak hanya itu, bahkan untuk panduan lantai dari bangunan yang berjumlah tujuh lantai tersebut, dirancang mirip seperti panduan lantai yang biasa dilihat dalam stasiun kereta di Jepang. Di dalamnya juga tertera informasi letak kamar mandi, dapur, ruang rapat, serta tempat cuci.

Semakin menjelajah ke dalam, atmosfer berada di dalam gerbong kereta semakin kental terasa. Di bagian dapur, tamu akan melihat salah satu sisi dihias dengan gambar pemandangan lengkap dengan kereta, yang bahkan bisa memutar film tentang Hokutosei Limited Express dalam perjalanan di tanah bersalju.

Terdapat beberapa pilihan kamar menginap di hostel ini. Bagi yang menginginkan privasi, bisa memilih ruang semi privat, yang dilengkapi meja dan kursi. Ada juga bagian dengan beberapa tempat tidur layaknya asrama, namun dirancang sedemikian rupa hingga mirip dengan ruangan di dalam gerbong kereta, dengan dua bagian tempat tidur berhadapan, kemudian dipisahkan lorong memanjang.

Meski atmosfer yang diciptakan sudah sangat mirip dengan kereta, ada satu yang terlupakan, yaitu tidak adanya suara rel kereta serta guncangan barang yang biasanya dirasakan saat naik kereta.