Mengeksplor Kebudayaan Dubai di 10 Destinasi Wisata Ini

Spice Souk di Dubai.
Sumber :
  • Dubai Tourism

VIVA.co.id – Selama ini, Dubai dikenal dengan kemegahan gedung pencakar langit modern. Namun, di balik itu, masih banyak hal yang dapat Anda temukan di Dubai. Anda bisa kembali ke masa lalu, mengagumi kesenian kontemporer, atau menikmati wisata kuliner tradisionalnya.

Nah, Anda bisa mengenal dan merasakan denyut nadi asli Dubai dengan beberapa aktivitas sarat kebudayaan. Berikut ini adalah 10 destinasi wisata budaya di Dubai, menurut rilis yang diterima VIVA.co.id dari Dubai Tourism, Jumat, 24 Maret 2017.

Area Bersejarah Al Fahidi

Berkunjung ke Area Bersejarah Al Fahidi merupakan kesempatan terbaik untuk mengenal cara hidup tradisional masyarakat Dubai. Semuanya tercermin dari bangunan kuno dengan Menara angin (Barajeel) yang dibuat dari batu, gipsum, kayu jati, kayu cendana, daun dan kayu kelapa.

Anda bisa berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kecil, jalan setapak untuk melihat keindahan kota tua Dubai.

Lokasi: Bur Dubai di sebelah Creek.

Museum Etihad

Museum seluas 2,5 hektare ini menceritakan kisah pendiri Uni Emirat Arab (UEA) dan berlokasi strategis di sebelah Union House, tempat penandatanganan perjanjian pendirian UEA pada tahun 1971. Terdiri dari delapan paviliun permanen yang menjadi tempa penting bagi UEA, kunjungan ke museum ini akan membawa Anda ke dalam kisah historis negara ini.

Mulai dari dokumenter tentang masa lalu UEA, hingga peta interaktif dan juga lini massa yang mengilustrasikan area ini sebelum dibangun, serta kompleksitas proses penyatuan Emirati serta pendirian konstitusi.

Lokasi: Jalan 2nd of December, Jumeira 1.

Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding

Berlokasi di bekas menara angin yang indah di daerah kota tua Al Fahidi di Bur Dubai, destinasi wisata satu ini menawarkan keindahan kebudayaan dan kebiasaan lokal masyarajat Dubai.

Daftarkan diri Anda untuk mengikuti sesi sarapan, makan siang atau makan malam tradisional khas Emirati, yang akan dimulai dengan tur keliling daerah tradisional ini. Setelah itu, duduklah di atas karpet dan bantal khas Bedouin untuk menikmati kuliner tradisional sambil berbincang-bincang dengan penduduk lokal tentang kehidupan di Emirat.

Lokasi: Al Musalla Road, Al Fahidi Historical Neighbourhood, Bur Dubai.

Souk Naif

Tempat ini merupakan pasar tradisional (souk) tertua di Dubai, yang dulunya merupakan pasar unta. Saat ini Anda dapat menemukan lebih dari 100 toko dan kedai yang menjual hampir semua barang, termasuk tekstil, kerajinan kulit, elektronik dan suvenir. Souk juga terkenal menjual pakaian tradisional (abaya) yang murah dan cantik.

Tak hanya merupakan tempat berbelanja murah yang bisa ditawar, Souk Naif akan menjadi tempat terbaik untuk merasakan kebudayaan tradisional Dubai. Di malam hari, area ini akan lebih terasa hidup.

Lokasi: Al Sabkha Road, Deira.

Pacuan Unta

Lomba pacu unta merupakan salah satu olahraga tradisional khas UEA dan menjadi kegiatan seru yang dapat disaksikan secara cuma-cuma dan memiliki daya tarik tersendiri bagi penggila olahraga di kota ini. Berlangsung di bulan-bulan tertentu sepanjang tahun, perlombaan biasanya dimulai pada pagi atau siang hari dan mengambil jalur di padang pasir.

Wisatawan dapat menyaksikan ratusan unta yang dilatih secara intens dari berbagai kota di Timur Tengah berlomba untuk memenangkan hadiah menggiurkan bagi pemilik. Seru!

Lokasi: Al Marmoom Camel Racetrack, Dubai-Al Ain Road.

Pusat Kebudayaan Hatta

Berlokasi di dekat batas Kota Oman dan Dubai, Pusat Kebudayaan Hatta bukan hanya sekadar pusat kebudayaan, namun juga tempat berjalan-jalan yang fantastis. Berada di jantung Pegunungan Hatta yang memesona, yaitu sekitar 100 kilometer dari pusat kota, Hatta menawarkan sudut pandang unik terhadap kehidupan tradisional di daerah pegunungan di UEA, pada masa 3.000 tahun silam.

Di sini juga terdapat sekitar 30 gedung, kanal air segar dan pemakaman arkeologis dan dilengkapi dengan prototipe orisinil, senjata, model, dokumen dan pahatan dari wilayah ini.

Lokasi: Hatta Heritage Village, Hatta.

Pameran Seni SIKKA

SIKKA Art Fair merupakan acara tahunan yang menampilkan karya seniman-seniman UAE, yang merepresentasikan banyak negara dan menginspirasi mereka untuk memamerkan talenta mereka dengan komunitas luas, untuk menunjukkan karya seni Dubai.

Pameran ini menampilkan beragam karya seni dengan medium yang berbeda, seperti instalasi suara dan visual, multi-disiplin, artistik, pertunjukkan musik dan seni visual seperti lukisan, fotografi serta pahatan.

Lokasi: Al Fahidi Historical Neighbourhood, Bur Dubai.

Sungai Al Qudra

Habiskan hari yang tenang di alam Al Qudra, yang merupakan kumpulan sungai-sungai buatan manusia di sepanjang padang pasir Dubai Said Al Salam. Wisatawan dapat menggelar tikar dan piknik di tepi sungai, setelah puas bersepeda mengelilingi Al Qudra Cycling Track, atau juga dapat bermalam di dalam kemah.

Ini merupakan cara terbaik untuk menyaksikan momen matahari terbenam Dubai dengan pemandangan sungai yang indah. Anda juga berkesempatan untuk melihat satwa liar seperti rubah padang pasir, oryx dan 170 spesies burung yang hidup di sekitar sungai, termasuk flamingo dan angsa.

Lokasi: Al Qudra Lakes, padang pasir Seih Al Salam.

Al Satwa

Area di Dubai ini memiliki karpet, pita, tanaman, cat dan hal lainnya yang menarik yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Anda bisa menjelajah jalanan di wilayah satu ini dan jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba roti khas Timur Tengah terbaik di sini.

Lokasi: Al Satwa, around Al Diyafah Street; Sun Bakery, Al Satwa Road.

Hotel XVA Art

Gaya kontemporer bertemu dengan gaya kuno Dubai di Hotel XVA Art, yang menggabungkan budaya seni dan tradisional. Yang harus dicoba adalah makanan vegetarian yang hadir dengan sentuhan Arab dan India yang lezat.

Lokasi: Al Fahidi Historical Neighbourhood, Bur Dubai