Kembalinya Trah Cendana

Konferensi Pers Partai Berkarya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

Namun, Karding kurang sepakat bila dua partai itu disebut akan menghidupkan kembali ajaran Soeharto dan Orba. Selain tidak gampang, zaman juga sudah berubah. "Dan pihak-pihak yang mau menghidupkan lagi akan mikir panjang," katanya menambahkan.

Senada dengan Arsul, bagi Karding dan PKB, Partai Berkarya dan Garuda bukanlah ancaman. Tapi bagi partai-partai seperti Golkar dan pecahannya, atau yang dari birokrasi dan tentara dua partai tersebut bisa jadi ancaman.

Sikap serupa juga disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Mereka tidak khawatir dengan keberadaan Partai Berkarya dan Garuda. Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan mengatakan, saat ini sudah tak ada lagi Orba dan Orla. Semuanya kembali untuk membangun masyarakat Indonesia yang seutuhnya dan seluruhnya. Dua partai itu juga bukan ancaman bagi partai-partai lain.

"Tiap partai memiliki pasar tersendiri, dari pasar itu ada celah. Kita memiliki swing voters, kalau disurvei masih ada undecided voters belum menentukan pilihan. Itu jadi peluang bersama terutama pada partai baru," ujarnya kepada VIVA, Kamis 22 Februari 2018.

Takdir Demokrasi

Munculnya partai-partai baru yang disinyalir akan membawa aura Orde Baru dinilai merupakan bagian dari takdir demokrasi. Aktivis 1998 Savic Ali mengatakan, suka atau tidak suka publik di Tanah Air harus menerima. Meski demikian, ia mengaku tidak happy dengan munculnya partai-partai yang terkait atau menjadi jalan kembalinya Trah Cendana. Alasannya, selama berkuasa, rezim Orde Baru di bawah Soeharto tidak demokratis dan banyak melakukan pelanggaran HAM. Menculik dan membunuh orang. Selain itu, juga korup.

"Saya tidak happy dengan partai-partai yang bawa spirit Orde Baru. Tapi harus kita akui bahwa ini bagian dari konsekuensi demokrasi," ujar salah satu pendiri Forum Kota (Forkot), organ gerakan yang rajin ‘turun ke jalan’ menuntut Reformasi ini.

Menurut dia, yang harus dilakukan adalah mengedukasi masyarakat bahwa kembali ke masa lalu itu tidak baik. Dan partai-partai Cendana tidak layak didukung kalau negara ini ingin demokratis, aman, damai dan lebih maju.

Soal klaim adanya masyarakat yang merindukan masa Orde Baru, Savic tak membantah. Sebab, dari 250 jutaan penduduk, mungkin saja banyak dari mereka yang rindu. Apalagi, di banyak negara juga tidak sedikit ada orang yang rindu dengan rezim masa lalu.