Kembalinya Trah Cendana

Konferensi Pers Partai Berkarya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

Hendri menilai, kedua partai itu sulit 'menjual' program Orde Baru saat ini. Figur Tommy Soeharto dianggap belum bisa memberikan efek signifikan terhadap parpol. Namun, kenangan Orde Baru bisa dijual bila kinerja kabinet ekonomi pemerintahan Joko Widodo gagal. "Bila kondisi ekonomi tidak membaik maka kampanye keberhasilan zaman Orba lebih enak bisa ditelan. Jualan Orde Baru berhasil, enakan zaman Soeharto dibanding Reformasi," ujarnya menambahkan.

Pengamat politik lainnya, Adi Prayitno juga sependapat. Dia menilai, sulit menjual romantisme Orde Baru di masa sekarang ini. Menurut dia, jika masyarakat hanya berpikir pendek maka kenangan manis Orde Baru bisa diterima. Namun, sebaliknya jika berpikir rasional maka sulit. "Mengembalikan Orde Baru akan diterima bila berpikir pendek. Tapi, kalau berpikir rasional akan ditolak," ujarnya.

Selain itu, ada dua parpol baru lain yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Perindo yang akan menjadi lawan berat untuk lolos ke parlemen. Meski baru, dua parpol ini dinilai lebih siap. Pertama, PSI dengan kampanye anak muda menjadi andalan. Kemudian, Perindo dengan kekuatan jaringan media massa yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo.

"Realistisnya susah. Karena ada PSI dan Perindo yang lebih siap. Secara sosialisasi, dua parpol ini sudah lebih dulu," ujarnya menambahkan.

Lolosnya Partai Garuda membuat pengamat politik dan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago kaget. Menurut dia, nama dan logonya sedikit asing. Namun untuk Partai Berkarya, Pangi menilai publik tidak kaget. Karena dari awal publik tahu prosesnya dan bagaimana perjuangan partai tersebut.

"Partai Berkarya, jelas ada Tommy Soeharto, sementara partai Garuda diduga punya irisan ke mbak Tutut. Tanggapan saya, kembali menguatnya kembali trah Soeharto," kata Pangi kepada VIVA, Jumat 23 Februari 2018.

Dia melihat, lolosnya dua partai tersebut adalah sinyal mengeliatnya kembali harmoni Orde Baru. Ada kerinduan menjual kesuksesan Orde Baru membangun. Namun bagi kelompok melenial atau masyarakat generasi now kemungkinan anti-tesis Orba. "Kecuali generasi tua, merindukan Orba," ujarnya menambahkan.

Pangi menilai, Partai Berkarya punya kans bisa lolos ambang batas parlemen, sepanjang bisa menjadikan Soeharto sebagai komoditas politik. Hal itu mengacu pada apa yang dilakukan PDIP dengan menjadikan Soekarno dan Megawati sebagai ikon. "Sementara ikon Partai Berkarya adalah Soeharto dan Tommy Soeharto," katanya.