Gempa Megathrust Ancam Jakarta

Gempa Bumi di Lebak, Banten, Januari 2018 lalu terasa hingga di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

Budi Harto juga memastikan seluruh infrastruktur yang saat ini sedang gencar dibangun di Jakarta sudah aman. Termasuk, untuk keadaan dan struktur tanah di Jakarta.

Audit Bangunan

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono tidak meragukan kondisi gedung bertingkat di Jakarta. Namun demikian, menurutnya perlu ada audit bangunan. "Audit ini difokuskan pada penilaian kekuatan struktur bangunan dalam kondisi guncangan gempa kuat. Audit bangunan juga memastikan ketersediaan fasilitas dalam kondisi emergency, seperti tempat perlindungan sementara, jalur evakuasi yang sesuai standar keselamatan, titik kumpul yang mudah diakses, ketersediaan pemadam kebakaran, lampu darurat, cadangan logistik, dan P3K," ujarnya.

Meski demikian Sutopo dengan yakin mengatakan, Jakarta masih belum siap jika bencana itu terjadi. "Tidak," ujarnya tegas. "Jakarta tidak siap menghadapi gempa besar. Baik infrastrukturnya, baik personelnya, baik peralatan-peralatannya, baik koordinasinya, Jakarta belum siap untuk menghadapi gempa besar," ujarnya.

Suasana lalu lintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Casablanca, Jakarta. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Menurutnya, warga Jakarta perlu sering-sering mendapat pelatihan menghadapi gempa agar bisa mengatasi diri ketika kejadian. Ia melihat, warga sebenarnya sangat berharap bisa mendapatkan simulasi seperti yang dilakukan Jepang. "Misalnya dilakukan oleh mal-mal, dunia usaha, jika itu ada pasti banyak yang ikut," ujarnya dengan yakin.

Undang-Undang Nomer 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sebenarnya telah mengamanatkan, bahwa pengurangan risiko bencana harus menjadi lebih utama atau lebih dominan. Artinya harus ada upaya yang berbeda. Jika selama ini bersifat responsif, maka sudah waktunya bergerak menjadi preventif.

Namun, pada prakteknya selama ini, pelaksanaannya masih banyak responsif. Menurut Sutopo, itu terjadi karena banyak yang belum memahami masalah-masalah itu tadi, harusnya pengurangan risiko bencana itu harus menjadi keutamaan dalam pembangunan nasional, baik proyek nasional, maupun di daerah. BNPB selama beberapa tahun terakhir mulai rutin melakukan simulasi nasional penanggulangan bencana. Itu dilakukan sebagai bagian persiapan menghadapi bencana.

Jakarta memang rawan. Dampak gempa dari wilayah lain berpotensi mengguncang Jakarta. Struktur tanah dan eksploitasi berlebihan terhadap penggunaan air tanah membuat kondisi tanah Jakarta semakin tak stabil. Guncangan 6,1 Skala Richter di Lebak sudah cukup menjawab bagaimana paniknya publik Jakarta ketika guncangan agak keras itu terasa. Permintaan BNPB dan Mbah Rono agar ada antisipasi maksimal, termasuk pelatihan evakuasi layak dipertimbangkan.