Jejak Mobil Listrik

The New Nissan LEAF Nismo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Syahrino Putama

Lahir Kembali

Semangat untuk melahirkan kendaraan bebas polusi udara sempat pupus selama beberapa tahun. Namun akhirnya, Toyota menemukan cara baru untuk mewujudkannya. Berbekal baterai Nikel Metal Hybrid atau Ni-MH, mereka membuat Prius.

Mobil tersebut menjadi kendaraan hibrida pertama yang diproduksi secara massal. Peluncuran perdananya dilakukan di Jepang pada 1997, dan tiga tahun kemudian dipasarkan di lebih dari 90 negara.

Sambutan konsumen sangat hangat akan mobil berkapasitas lima penumpang itu. Pada 2008, penjualannya menembus angka satu juta unit. Dua tahun kemudian, populasi Prius di seluruh dunia menjadi dua kalinya.

David Beckham menggunakan mobil Prius

Prius menjadi kendaraan listrik pertama yang sukses secara global.kemudian kepopulerannya diikuti oleh perusahaan yang namanya diambil dari seorang ilmuwan kelahiran Kroasia, yang juga penemu arus listrik bolak-balik, Tesla.

Tesla Motors dirintis oleh Elon Musk, seorang usahawan yang sebelumnya bergerak dalam bidang aplikasi perbankan. Memulai usaha otomotif di Silicon Valley pada 2006, Musk diberi kepercayaan oleh Departemen Energi AS untuk mengelola pinjaman US$465 juta.

Dana tersebut didapatnya pada 2010 dan digunakan untuk pengembangan serta perakitan sedan Model S. Mobil tersebut diklaim mengusung banyak teknologi canggih, dan bisa menempuh jarak 350 km dengan kondisi baterai terisi penuh.

Dikutip dari Theverge, peluncuran Model S yang digelar pada 2012 menuai sukses luar biasa. Saham Tesla Motors yang dilepas ke bursa saham juga disambut meriah. Alhasil, Musk dapat mengembalikan pinjaman dana lebih cepat sembilan tahun dari jadwal.

Kunci sukses Tesla bukan hanya desain yang futuristik atau fitur kekinian saja, namun juga kemudahan dalam hal menggunakan mobil tersebut. Pemilik tidak perlu mengandalkan listrik rumah untuk pengisian, karena Musk membangun belasan ribu stasiun pengisian listrik umum atau SPLU di seluruh dunia.

Para pemilik mobil Tesla model awal digratiskan menggunakan fasilitas tersebut, namun akan dikenakan biaya jika membiarkan mobil terparkir saat baterai sudah terisi penuh. Tarif penggunaan SPLU yang diberi nama Superchargers itu sekitar US$8 per 160 km, atau sekitar Rp750 per km.