Jejak Mobil Listrik

The New Nissan LEAF Nismo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Syahrino Putama

Jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin, dengan asumsi harga BBM di Negara Adi Daya tersebut Rp10.440 per liter dan diisi ke mobil dengan konsumsi BBM 12 km per liter, maka biayanya menjadi Rp870 per km.

Tak Bisa Sendiri

Belajar dari kesalahan di masa lampau, pemerintah di berbagai negara menyadari bahwa mobil listrik tidak akan memiliki masa depan, jika tidak ada langkah konkret dari negara. Sementara, krisis minyak bumi terus bergulir.

Beberapa negara mulai menyiapkan aturan terkait kendaraan berenergi setrum. Bahkan, sudah ada sejumlah regulasi yang memudahkan para pemilik kendaraan bertenaga listrik. Hal ini sebagaimana data yang dihimpun dari Kementerian Perindustrian.

Seperti di Norwegia. Pemerintah setempat berencana memberlakukan pembebasan uang parkir di pusat kota dan uang tol sebagai dampak dari perhitungan biaya emisi. Tak hanya itu, sekitar 400 stasiun juga disiapkan untuk pengisian listrik dan parkir gratis. 

Kemudahan lain yang akan diberikan bagi pengguna kendaraan listrik, yakni akses penggunaan jalur bus dan jalur kolektif di kota-kota. Kebijakan itu bakal diterapkan pada 2025. 

Di Jerman, kendaraan listrik pada 2030 dibebaskan dari pajak tahunan, dengan jangka waktu lima tahun sejak tanggal pendaftaran pertama. Lalu, pembebasan pajak kendaraan listrik selama lima tahun untuk lisensi di bawah 2020. 

Sedangkan di Inggris, pemerintah memberikan subsidi pada sembilan kategori kendaraan rendah emisi, yang nilainya mencapai US$8 ribu atau setara Rp119 juta pada 2030. 

Kemudian, pemerintah Amerika Serikat memberikan insentif pajak federal sebesar US$7.500 atau setara Rp111 juta per kendaraan. Selain itu, beberapa negara bagian memberikan insentif pajak tambahan, seperti di California sekitar US$5 ribu atau setara Rp74,5 juta pada 2030. 

Tak mau kalah, India juga memberi insentif bagi pemilik kendaraan listrik pada 2030. Yaitu, pemberian pajak dan suku bunga pinjaman kendaraan listrik yang lebih rendah.

Pemerintah Indonesia juga berniat melakukan hal serupa. Peta pengembangan industri otomotif Kemenperin menunjukkan, nantinya perpajakan kendaraan akan diklasifikasikan berdasarkan emisi karbon yang dihasilkan. Baca: Mimpi Mobil Listrik

Dukungan untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik juga ditunjukkan beberapa produsen mobil. Toyota dan Mistubishi sudah menyumbangkan beberapa unit mobil untuk keperluan riset, sedangkan BMW membantu pengembangan alat pengisian baterai.