Jejak Mobil Listrik
- VIVA.co.id/Syahrino Putama
Mobil rancangan Morrison dipamerkan di sebuah acara di Chicago, dan sukses menyita perhatian dunia. Sayangnya, ia lebih tertarik untuk mengembangkan sistem penyimpanan listrik ketimbang transportasi pribadi.
Menemui Ajal
Masuk ke era 1900-an, mobil listrik semakin populer di negara-negara maju, hingga mencapai sepertiga dari populasi kendaraan di seluruh dunia. Bahkan, pendiri pabrik mobil mewah asal Jerman, Ferdinand Porsche sempat merancang mesin hibrida, yakni gabungan dari motor listrik dan mesin bensin.
Bapak industri otomotif, Henry Ford yang bersahabat baik dengan ilmuwan Thomas Alfa Edison, berniat membuat kendaraan pribadi dengan harga terjangkau, dan energinya berasal dari setrum.
Sayangnya, rencana itu buyar setelah mobil Model T rancangan Ford laris manis di pasaran. Dilansir dari Energy.gov, ia sibuk dengan proyek mobil bensin tersebut, hingga sama sekali melupakan janjinya pada Edison.
Majunya perkembangan teknologi mesin berbahan bakar membuat penjualan mobil listrik semakin terpuruk. Kelemahan utamanya adalah jarak tempuh dan waktu yang diperlukan untuk mengecas baterai.
Memasuki era 1990-an, polusi udara menjadi masalah serius bagi AS. General Motors mengambil tindakan berani, dengan membuat mobil listrik EV1 dan menyewakannya. Promosi dilakukan melalui selebriti Hollywood, mulai dari Mel Gibson hingga Tom Hanks.
Tak lama kemudian, Toyota mengikuti jejak GM dengan RAV4 EV, disusul Honda EV Plus. Namun, lagi-lagi semua rencana itu berantakan.
Mobil listrik milik Toyota
Banyak versi yang beredar soal penyebabnya, mulai dari tekanan dari para pengusaha minyak hingga tidak adanya komitmen dari pabrikan untuk mensukseskan proyek tersebut.
Akhirnya, semua kendaraan masa depan itu ditarik kembali dan berakhir tragis. Ada yang dibiarkan berkarat hingga jadi rongsok, ada juga yang dicacah dengan mesin sampai berbentuk butiran besi. Mobil listrik menemui ajalnya.
Usai isu kendaraan berpenggerak listrik murni hilang, muncul alternatif lain pengganti mesin konvensional. Salah satunya mobil berpenggerak hidrogen. Listrik didapatkan dari reaksi kimia antara H2 dengan oksigen atau O2.
Emisi yang dihasilkan dari reaksi tersebut berupa air atau H2O dan panas. Ide ini sempat menarik minat Gubernur California kala itu, Arnold Schwarzenegger. Sayangnya, program tersebut bernasib sama dengan kendaraan bebas emisi lainnya.