Karut Marut Bikin Terpuruk

Para pemain Timnas Indonesia tertunduk lesu usai Mohamadou Sumareh cetak gol
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Suasana KLB PSSI di Jakarta?

Pendapat Yusuf itu ditegaskan oleh Supriyono. Menurutnya, jika saja PSSI bekerja dengan baik, dalam segi penunjukkan pelatih dapat dipastikan juga benar. Dia menganggap Simon bukanlah sosok yang tepat. "Dampak itu otomatis. Kalau tidak carut marut bisa memilih pelatih yang benar," tuturnya.

Penilaian miring yang dialamatkan kepada Simon mendapatkan bantahan dari Beto. Ujung tombak Indonesia itu menganggap sang juru taktik memiliki visi dan misi yang baik. Hal itu dilihat dalam setiap pertandingan, mereka menerapkan strategi berbeda.

"Saya pikir permainan kami selalu berubah karena coach Simon punya strategi khusus untuk setiap pertandingan," ujar striker asal klub Madura United itu.

Akan tetapi, Yusuf punya penjelasan lebih mendalam mengapa menganggap Simon belum cukup apik dalam membesut skuat Garuda. Dalam empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022, terlihat betul minimnya gagasan dalam mengatasi keterbatasan.

"Dengan keterbatasan pemain yang kelelahan, tapi tidak boleh juga dong penampilannya drop banget, kalahnya tidak kira-kira. Kompetensi pelatihnya menurut saya juga meragukan, harusnya dia dengan keterbatasan yang ada bisa menyiasati itu. Saya lihat dia tidak ada ide," jelas Yusuf.

Jadwal Liga 1 yang amburadul karena banyaknya penundaan dan lainnya memang memberi dampak negatif. Para pemain menjalani pertandingan setiap tiga hari, lalu kemudian membela Indonesia di ajang internasional dalam kondisi tidak maksimal.

"Bagaimanapun jadwal itu mempengaruhi kebugaran pemain. Setiap tiga hari sekali tanding, begitu dipanggil Timnas ya tinggal ampasnya," imbuh pria yang akrab disapa Yuke itu.

Timnas melawan Uni Emirat Arab

Keterpurukan di kancah internasional membuat ranking FIFA Indonesia semakin turun. Posisi terakhirnya ada di urutan 171, atau turun empat tingkat dari posisi sebelumnya. Inilah cermin dari segala carut-marut kondisi sepakbola Indonesia.

Supriyono melontarkan kritik mengenai cara pandang PSSI terhadap kualifikasi Piala Dunia 2022. Dia merujuk dalam pemilihan pelatih. Lihat saja Uni Emirat Arab, Thailand, dan Vietnam yang menunjuk juru taktik kaliber dunia.

UEA saat ini ditangani oleh Bert van Marwijk. Dia membawa Belanda mencapai peringkat ketiga Piala Dunia 2019. Sedangkan Thailand dilatih oleh Akira Nishino yang sukses menembus babak 16 besar Piala Dunia 2018 bersama Jepang.