Karut Marut Bikin Terpuruk

Para pemain Timnas Indonesia tertunduk lesu usai Mohamadou Sumareh cetak gol
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

"Lihat saja UEA dan Thailand. Pelatih Vietnam sekarang adalah asisten Guus Hiddink di Korea Selatan. Mereka memandang Piala Dunia level tinggi. Indonesia dengan menunjuk Simon, mungkin pandangannya cuma Indonesia saja, karena baru juara Liga 1," katanya.

Segera Berbenah

FIFA secara resmi menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Dalam usia tersebut, Timnas memiliki pemain dengan kualitas di atas rata-rata. Beberapa di antaranya adalah Witan Sulaeman, Beckham Putra, Bagus Kahfi, Mochamad Supriono, David Maulana, dan masih banyak lagi. Sebagian dari mereka tergabung ke dalam Timnas U-19 asuhan Fakhri Husaini.

PSSI memiliki program untuk bisa mempertahankan kualitas para pemain tersebut. Dimulai dari menggelar elite pro academy U-16, U-18, dan U-20. Lalu untuk penopangnya dibuatlah Piala Soeratin U-15 dan U-17, serta Garuda Select.

Program Garuda Select menggandeng pihak swasta. Nantinya akan dikumpulkan pemain-pemain muda terbaik di Indonesia, lalu dikirim ke luar negeri. Edisi pertama Garuda Select adalah mengirimkan pemain untuk menimba ilmu di Inggris.

Untuk edisi kedua, rencananya PSSI akan mengirimkan pemain-pemain terbaik tidak cuma ke Inggris, tapi juga Italia. Mereka di sana tidak cuma diajak berlatih dan bertanding, tapi juga diberikan pemahanan tentang strategi taktik sepakbola modern.

"Tahun ini Garuda Select mencoba bermain di dua negara yang berbeda, kemarin cuma di Inggris dan sekarang mereka juga berlatih di Italia. Jadi, ini bagus untuk mereka menambah pengalaman baik di Inggris maupun di Italia," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Selebrasi Timnas U-19

Walau PSSI punya program jelas untuk pemain usia muda, tapi Yusuf masih menyimpan kekhawatiran. Dia melihat masih ada program-program pelatih Timnas usia muda yang sulit diwujudkan oleh PSSI. Untuk menjaga kualitas, dia berharap tidak ada lagi ketimpangan program dan fasilitas antara usia muda dengan senior.

"Jangan menganaktirikan mereka. Mereka harus disamakan fasilitasnya, kemudian apa kebutuhannya dipenuhi. Seperti senior, apa saja dipenuhi. Saya dengar curhat dari pelatih Timnas Indonesia usia muda tuh, mereka susah sekali cari lapangan dan hotel," tutur Yusuf.