WhatsApp, dari Nol ke Triliuner
Jumat, 28 Februari 2014 - 21:23 WIB
Sumber :
- REUTERS/Albert Gea
programming dengan membaca buku.
Ditolak Facebook
Sembilan tahun berkarya di Yahoo, Koum menyaksikan pasang surut penguasa Internet dunia ketika itu. Saat iklan mulai menyerbu, Koum malah kecewa. Dia membenci iklan, yang dianggapnya sebagai pengganggu. Namun, ia justru dipaksa untuk membantu meluncurkan platfrom periklanan Yahoo yang sempat tertunda, Project Panama, pada tahun 2006.
"Berurusan dengan iklan sangat menyedihkan. Anda tidak dapat membuat kehidupan seseorang jadi lebih baik dengan membuat iklan," kata dia.
Tak kuat lagi, akhirnya, pada September 2007, Koum dan teman akrabnya, Acton, mengakhiri karirnya di Yahoo. Keduanya lalu sepakat untuk melamar ke Facebook. Kala itu, sekitar tahun 2008, nama Facebook tengah cemerlang, tiba-tiba meroket dan diramalkan sebagai jejaring sosial masa depan.
Sayang, pengalaman kerja Koum dan Acton selama bertahun-tahun di Yahoo ternyata tidak cukup membuat Facebook kepincut untuk merekrut keduanya sebagai karyawan. "Kami adalah bagian dari kelompok yang ditolak Facebook," tutur Acton.
Namun, Koum mendapat ilham untuk mengembangkan sebuah aplikasi pesan instan. Ilham itu datang setelah ia membeli iPhone pada Januari 2009. Dia sadar, kios aplikasi Apple App Store yang ketika itu baru berusia tujuh bulan adalah industri masa depan yang menjanjikan.
Melahirkan 'WhatsApp'
Koum lalu mengunjungi Alex Fishman, koleganya asal Rusia yang rutin mengadakan acara kumpul-kumpul bersama komunitas Rusia di rumahnya di West San Jose setiap minggu. Di sana, mereka berbincang lama membahas ide Koum yang ingin membuat aplikasi pesan instan.
Koum saat itu datang dengan semangat yang menggebu. Dia mempresentasikan tentang cikal bakal layanan pesan instan buatannya. Dan, kemudian Koum yang mencetuskan sendiri nama WhatsApp, yang berasal dari kata 'what's up'.
Meski piawai di bidang programming, Koum merasa kesulitan untuk mengembangkan aplikasi di iPhone. Akhirnya, Fishman memperkenalkannya dengan Igor Solomennikov, seorang pengembang asal Rusia yang juga mendirikan situs RentACoder.com.
Semua berjalan mulus. Hingga pada 24 Februari 2009, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-33, Koum meluncurkan WhatsApp Messenger Inc. "Dia sangat gigih dan teliti. Koum langsung menghabiskan hari-harinya dengan menciptakan kode-kode program WhatsApp agar bisa terhubung pada semua iPhone di seluruh dunia," ujar Fishman.
Baca Juga :
Ditolak Facebook
Sembilan tahun berkarya di Yahoo, Koum menyaksikan pasang surut penguasa Internet dunia ketika itu. Saat iklan mulai menyerbu, Koum malah kecewa. Dia membenci iklan, yang dianggapnya sebagai pengganggu. Namun, ia justru dipaksa untuk membantu meluncurkan platfrom periklanan Yahoo yang sempat tertunda, Project Panama, pada tahun 2006.
"Berurusan dengan iklan sangat menyedihkan. Anda tidak dapat membuat kehidupan seseorang jadi lebih baik dengan membuat iklan," kata dia.
Tak kuat lagi, akhirnya, pada September 2007, Koum dan teman akrabnya, Acton, mengakhiri karirnya di Yahoo. Keduanya lalu sepakat untuk melamar ke Facebook. Kala itu, sekitar tahun 2008, nama Facebook tengah cemerlang, tiba-tiba meroket dan diramalkan sebagai jejaring sosial masa depan.
Sayang, pengalaman kerja Koum dan Acton selama bertahun-tahun di Yahoo ternyata tidak cukup membuat Facebook kepincut untuk merekrut keduanya sebagai karyawan. "Kami adalah bagian dari kelompok yang ditolak Facebook," tutur Acton.
Namun, Koum mendapat ilham untuk mengembangkan sebuah aplikasi pesan instan. Ilham itu datang setelah ia membeli iPhone pada Januari 2009. Dia sadar, kios aplikasi Apple App Store yang ketika itu baru berusia tujuh bulan adalah industri masa depan yang menjanjikan.
Melahirkan 'WhatsApp'
Koum lalu mengunjungi Alex Fishman, koleganya asal Rusia yang rutin mengadakan acara kumpul-kumpul bersama komunitas Rusia di rumahnya di West San Jose setiap minggu. Di sana, mereka berbincang lama membahas ide Koum yang ingin membuat aplikasi pesan instan.
Koum saat itu datang dengan semangat yang menggebu. Dia mempresentasikan tentang cikal bakal layanan pesan instan buatannya. Dan, kemudian Koum yang mencetuskan sendiri nama WhatsApp, yang berasal dari kata 'what's up'.
Meski piawai di bidang programming, Koum merasa kesulitan untuk mengembangkan aplikasi di iPhone. Akhirnya, Fishman memperkenalkannya dengan Igor Solomennikov, seorang pengembang asal Rusia yang juga mendirikan situs RentACoder.com.
Semua berjalan mulus. Hingga pada 24 Februari 2009, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-33, Koum meluncurkan WhatsApp Messenger Inc. "Dia sangat gigih dan teliti. Koum langsung menghabiskan hari-harinya dengan menciptakan kode-kode program WhatsApp agar bisa terhubung pada semua iPhone di seluruh dunia," ujar Fishman.