Menjegal Begal

jaguar
Sumber :
  • Polresta Depok

Lima pria penghuni kontrakan berlarian dari dalam rumah melalui pintu yang sudah rusak didobrak pria-pria bersenjata. Dua letusan senjata api membuat suasana malam kian mencekam.

Dari balik jendela, Darsono melihat seorang pria tersungkur di tanah dalam kondisi bersimbah darah, sedangkan satu lainnya tiarap tanda menyerah dan tiga pria lainnya lari tunggang langgang dan menghilang di tengah kegelapan malam.

"Saya baru sadar, dua pria di warung tadi itu polisi sedang menyamar," ujar  Darsono mengisahkannya kepada VIVA.co.id.

Tak lama setelah itu, lokasi penggerebekan itu pun ramai dipadati warga, satu pria yang tewas bersimbah darah dibawa polisi menggunakan mobil polisi dan satu pria yang belakang teridentifikasi berinisial MD dibawa dengan tangan terborgol.

Kontrakan kecil yang digerebek polisi itu ternyata adalah sarang persembunyian komplotan begal sadis yang belakangan ini menebar teror kejahatan di Kota Depok.

Di dalam kontrakan itu, polisi menemukan berbagai senjata tajam dan tujun unit sepeda motor hasil aksi pembegalan sadis yang mereka lakukan.

Kasus-kasus Begal

Kasus kejahatan perampasan kendaraan bermotor dengan pola kekerasan alias pembegalan sebenarnya bukan kejahatan jenis baru. Ini sudah terjadi sejak lama.

Namun, kasus kejahatan ini belakangan ini menjadi populer setelah korban mulai berjatuhan akibat kesadisan pelaku begal. Kota Depok menjadi kota pelopor mencuatnya aksi kejahatan perampasan kendaraan bermotor dengan pola kekerasan di wilayah ibu kota.

Berawal dari terjadinya serangkaian aksi pembegalan yang menyebabkan dua nyawa melayang dan beberapa korban lainnya terluka.

Berdasarkan data kejahatan yang dihimpun VIVA.co.id di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, sejak awal 2015 sudah terjadi 42 kasus pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

42 kasus terjadi di nyaris seluruh wilayah ibu kota, seperti Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

"Dari 42 kasus curas alias begal, kita sudah tangkap 97 orang tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul, Kamis 5 Maret 2015.

Dari kota-kota di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kota Bekasi menempati urutan pertama dengan sembilan kasus. "Wilayah Bekasi, selama Januari 2015 terdapat sembilan kasus pencurian dan kekerasan (curas), yakni empat kasus penodongan, dan lima kasus perampasan," kata Martinus.

Diikuti Jakarta Timur, Kabupaten Tangerang dan Kota Depok di peringkat ke empat.  Data kepolisian mencatat, meski di Kota Depok hanya terjadi empat kasus pembegalan tahun 2015 ini.

Namun, pelaku begal di Kota Depok dinobatkan sebagai pelaku begal paling kejam dan sadis."Memang dari segi kuantitas, Depok tetap terbawah karena hanya ada 4 kasus, tapi dari segi kualitas, pembegalan disana tergolong sadis, karena sampai ada (korban) yang meninggal dunia, bahkan waktu itu sampai ada pelaku yang tega dorong ibu-ibu ke jurang atau bawah jembatan," ungkap Martinus.